Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto kesal melihat tim nasional sepak bola Spanyol dan Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun dia senang acara nonton bareng di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang digelar sejak 20 November hingga 18 Desember 2022 dipadati warga.
“Piala Dunia 2022 istimewa sekali. Yang membuat saya bersedih dan tidak habis pikir adalah Spanyol pulang kampung. Brasil juga pulang kampung. Dua-duanya terlalu banyak teori. Teorinya terlalu tinggi. Kesal saya,” kata Hendy, Selasa (13/12/2022).
Spanyol tersingkir di Babak 16 Besar setelah dikalahkan 0-3 oleh Maroko melalui adu penalti. Alvaro Morata dan kawan-kawan gagal menjebol gawang Maroko yang dikawal Bono alias Yassine Bounou dalam waktu 90 menit plus 30 menit perpanjangan waktu.
Padahal mereka menguasai 77 persen aliran bola. Tim Matador tercatat melakukan 1.019 kali operan dengan tingkat akurasi 90 persen. Jauh di atas Maroko yang hanya sanggup melakukan 305 kali operan bola dengan tingkat akurasi 70 persen. Namun tiga eksekutor penalti Spanyol gagal total.
Sementara itu, Brasil dibekuk 2-4 Kroasia di babak perempat final dalam adu penalti juga, setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Brasil sangat ganas di depan. Neymar dan kawan-kawan menghujani gawang Kroasia dengan 21 tembakan, 11 tembakan di antaranya tepat mengarah ke gawang. Sementara Kroasia hanya memiliki satu tembakan tepat ke gawang Brasil dan itu berbuah gol.
“Serangannya tidak ada. Padahal permainan individunya bagus. Kerja timnya bagus, cuma semangatnya kurang. Para pemain Spanyol dan Brasil seperti bermain di klub bukan di Piala Dunia. Padahal Piala Dunia ini urusan gengsi satu negara. Ini yang bikin saya sedih,” kata Hendy.
Menurut Hendy, banyak yang tidak menyangka Kroasia dan Maroko bisa menembus semifinal. “Kalau Prancis kan juara dunia bertahan dan banyak diperkuat pemain bintang,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”piala-dunia”]
Terakhir pada Piala 2018 di Rusia, Maroko tak lolos fase grup. Tahun ini tergabung di Grup F, Maroko bikin kejutan dengan menjadi juara grup. Achraf Hakimi dan kawan-kawan tak pernah kalah. Mereka berhasil mengandaskan Belgia 2-0 yang jadi favorit dan Kanada 2-1. Mereka berhasil menahan imbang Kroasia 0-0.
Sementara Kroasia berhasil menembus final dan kalah 2-4 dari Prancis. Namun dalam perjalanan menuju final, Kroasia harus menghadapi tim favorit juara Brasil.
Kendati dua tim favoritnya gagal, Hendy tetap bahagia karena acara nonton bareng di alun-alun berhasil menggerakkan perekonomian mikro, kecil, dan menengah. “Duit yang berputar selama satu bulan Piala Dunia bisa puluhan miliar rupiah,” katanya. [wir]






