Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi teror mengganggu ketenangan warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Rumah milik seorang nenek berusia 91 tahun bernama Suliha menjadi sasaran ledakan bondet (bom ikan rakitan) pada Minggu malam (29/6/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyisakan trauma mendalam bagi Suliha. Pelaku, yang belum diketahui identitasnya, meninggalkan secarik pesan bernada ancaman bertinta merah yang menuding korban sebagai pemilik ilmu santet.
“Pesan itu berisi ancaman bahwa jika Suliha tidak menghentikan praktik santetnya, ia akan mati karena bondet. Ini tentu membuat warga dan keluarga khawatir,” jelas Kepala Desa Sumberrejo, Yulianis, saat ditemui di balai desa, Senin (30/6/2025).
Polsek Tongas yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP di rumah korban. Hasil awal menunjukkan ledakan hanya merusak sebagian pilar bangunan.
Suliha sendiri tengah menjalani pemeriksaan medis dan visum. Namun proses penyelidikan berlangsung cukup lambat karena korban mengalami gangguan pendengaran, sehingga menyulitkan pihak kepolisian dalam menggali keterangan.
“Meski belum ada titik terang soal pelaku, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas,” imbuh Yulianis.
Kejadian ini kembali mengingatkan publik akan bahayanya tuduhan tak berdasar, terutama yang berkaitan dengan isu mistis. Pemerintah desa pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing prasangka yang bisa berujung pada tindakan kekerasan. (Ada)






