Pasuruan (beritajatim.com) – Persoalan limbah di Kabupaten Pasuruan kini memasuki babak baru. Telah teridentifikasi sumber utama penumpukan sampah yang selama ini membebani wilayah. Berdasarkan pemetaan terbaru, aktivitas perbelanjaan di pasar-pasar desa dan pola konsumsi rumah tangga menjadi pemicu utama melonjaknya angka timbulan sampah harian.
Kondisi ini menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan sangat erat kaitannya dengan kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Diperlukan langkah strategis yang menyasar langsung ke pemukiman warga guna menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan.
“Penyumbang terbesar sampah di Kabupaten Pasuruan ini masih berasal dari kegiatan rumah tangga dan pasar-pasar desa,” ujar Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis.
Data statistik menunjukkan adanya dominasi material organik yang mencapai angka 60 persen dari keseluruhan komposisi sampah yang ditemukan di lapangan. Sisanya, sebanyak 40 persen merupakan jenis anorganik seperti plastik dan material lain yang memerlukan waktu lebih lama untuk terurai secara alami.
Karakteristik sampah organik yang cukup tinggi sebenarnya membuka peluang besar bagi masyarakat untuk melakukan pengolahan mandiri menjadi pupuk kompos. DLH kini tengah menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi mengenai teknik pemilahan sampah yang efektif sejak dari dapur warga.
“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa stakeholder untuk melakukan pengurangan sampah mulai dari sumbernya, yaitu penghasil sampah itu sendiri,” jelas Nur Kholis.
Kesuksesan program kebersihan ini sangat bergantung pada perubahan perilaku kolektif masyarakat dalam memandang sisa konsumsi mereka setiap hari. Jika setiap keluarga mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, beban pengelolaan sampah di Kabupaten Pasuruan diprediksi akan menurun secara signifikan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penyediaan fasilitas teknis tidak akan memberikan dampak permanen tanpa didukung oleh kepedulian warga dalam menjaga lingkungan. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi fondasi utama dalam menciptakan wilayah Pasuruan yang bersih dan nyaman.
“Siapa pun tidak akan bisa mengurangi sampah kalau tidak dilakukan oleh mereka yang menghasilkan sampah itu sendiri,” pungkasnya. (ada/but)






