Blitar (beritajatim.com) – Banjir yang melanda Stasiun Tawang Semarang membuat beberapa kereta berubah jalurnya melalui selatan. Hal itu berimbas pada keterlambatan kedatangan kereta di sejumlah stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.
Tercatat dari data PT KAI Daop 7 Madiun, terdapat lima KA yang terlambat tiba di Stasiun Blitar. Dalam rilis yang diterima beritajatim.com Minggu (1/1/2023) sore, hujan masih terjadi dan air masih menggenangi Stasiun Semarang Tawang setinggi 20 cm.
Kemudian pada jalur KA di antara Stasiun Semarang Tawang – Alastua di km 2+2 s.d 4+6 jalur hilir ketinggian air mencapai 28 cm. Sedangkan di km 2+4 s.d 4+4 jalur hulu ketinggian air yaitu 26 cm.
“Sampai pukul 16.00 WIB hari ini, rata-rata keterlambatan kedatangan dan keberangkatan kereta bisa sampai tiga jam. Yang KA Brantas Tambahan itu keterlambatan sampai 696 menit. Namun kami ada kompensasi sesuai ketentuan,” jelas Manager Humas Daop 7 Madiun, Supriyanto.
Adapun rincian rangakaian kereta api yang mengalami keterlambatan datang di Stasiun Blitar adalah sebagai berikut:
1. Gajayana Tambahan lambat 315 menit Rute Gambir – Malang
2. Matarmaja lambat 160 menit Rute Malang-Pasarsenen
3. Jayakarta lambat 60 menit rute Surabaya Gubeng-Pasarsenen
4. Brantas lambat 190 menit rute Blitar-Pasar Senen
5. Brantas Tambahan dari Pasar Senen – Stasiun Blitar lambat 696 menit
[berita-terkait number=”3″ tag=”pt-kai”]
Pantauan beritajatim.com, kereta api Gajayana tambahan telah tiba di stasiun Kota Blitar pada pukul 18.00 WIB. Kereta api relasi Gambir – Malang tersebut tiba di stasiun Kota Blitar setelah mengalami keterlambatan datang hingga 315 menit.
Supriyanto menjelaskan bahwa Kereta Api Matarmaja relasi Malang Pasar Senen mengalami keterlambatan datang hingga 160 menit dan saat ini sudah berada di stasiun Nganjuk. Sementara untuk kereta api Jayakarta relasi Gubeng – Pasar Senen mengalami keterlambatan 60 menit dan saat ini masih berada di stasiun Wonokromo.
“Untuk KA Matarmaja relasi Malang Pasar Senen mengalami keterlambatan datang hingga 160 menit dan saat ini sudah berada di stasiun Nganjuk,” imbuhnya
Sementara itu, untuk mengatisipasi lambatnya perjalanan KA yang berangkat dari Stasiun Blitar, maka lima perjalanan kereta api dari wilayah Daop 7 Madiun yang melintasi Semarang akan dilakukan rekayasa operasi. Seperti pengalihan perjalanan melewati jalur selatan dengan rute perjalanan Stasiun Solo Balapan, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, Jakarta.
Berikut adalah daftar kereta api yang dilakukan pemutaran ke jalur selatan:
1. KA Matarmaja 281/282 Malang – Pasar Senen pp
2. KA Brantas tambahan 7033a/7034a Blitar – Pasar Senen pp
3. KA Brantas reguler 109a/110a Blitar – Pasar Senen pp
4. KA Majapahit 251/252a Malang – Pasar Senen pp
5. KA Brawijaya 73a/74a Malang – Gambir pp
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir”]
Manager Humas Daop 7 Madiun mengatakan, KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan perjalanan kereta api yang diakibatkan oleh bencana alam ini. KAI bersama seluruh stakeholder terus berupaya sebaik mungkin untuk dapat segera menormalkan jalur KA dan operasional kereta api.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. KAI terus berupaya untuk mengurangi kelambatan yang terjadi sehingga perjalanan kereta api dapat kembali normal,” terang Supriyanto.
Selain itu PT KAI Daop 7 Madiun juga akan mengganti semua biaya tiket bagi pelanggan yang telah melakukan pembatalan perjalanan kereta api. PT KAI Daop 7 Madiun akan mengembalikan seratus persen biaya pembelian tiket kepada warga yang tidak jadi menggunakan kereta api untuk perjalanannya. “Kami akan mengganti biaya tiket 100 persen untuk pelanggan yang membatalkan perjalanan tiketnya,” pungkasnya. [owi/suf]






