Madiun (beritajatim.com) – Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan terekam kamera CCTV di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menyebabkan tiga kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
Dari rekaman CCTV, nampak mobil Avanza S 1849 AF yang dikemudikan Freda Andika Wahyu (28), warga Kelurahan Klegen, Kota Madiun, tampak melaju dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di lokasi bagian bodi depan kanan mobil Avanza tersebut menabrak sisi belakang kiri truk box W 9220 WC yang dikemudikan Muhammad Fahri Syahroni (28) asal Mojowarno, Jombang.
Benturan pertama membuat Avanza berputar, belum sempat berhenti karena benturan pertama. Dari arah belakang truk box, ada mobil Granmax B 9083 TCC yang dikemudikan Hasyim Muttaqim (43), warga Pulung, Ponorogo, yang tak sempat mengerem hingga akhirnya menabrak bodi kiri Avanza dengan sisi kanan mobilnya.
Benturan kedua ini membuat Avanza berputar hingga 180 derajat dan berhenti dengan posisi kendaraan menghadap ke utara, berlawanan dengan arah semula.
Salah satu saksi mata, Nico Andriansyah, mengatakan suara benturan terdengar sangat keras.
“Saya sedang istirahat di toko, tiba-tiba ada suara ‘brak’ keras banget. Waktu saya keluar, mobil Avanza sudah berputar arah dan tiga kendaraan itu berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Aiptu Haris Hermawan, anggota Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun yang ditemui di lokasi kejadian, membenarkan peristiwa kecelakaan beruntun tersebut.
“Benar, telah terjadi laka beruntun antara tiga kendaraan. Namun dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil. Untuk kronologi lengkap masih kami dalami,” jelasnya.
Haris juga menambahkan, jika area lokasi kejadian bukan termasuk titik rawan kecelakaan atau black spot, namun ia mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, terutama di jalur padat seperti Madiun–Ponorogo.
“Jaga jarak aman dan tetap waspada, apalagi di jam-jam ramai kendaraan,” pungkasnya. (rbr/ted)






