Lumajang (beritajatim.com) – Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat mengakibatkan sejumlah jemaah umroh asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan tertahan di Arab Saudi. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, mengonfirmasi bahwa situasi tersebut berdampak pada jadwal kepulangan jemaah hingga Senin (2/3/2026).
Hasan menyatakan bahwa pihaknya telah memastikan keberadaan warga Lumajang yang masih berada di tanah suci akibat memanasnya suhu politik di Timur Tengah. Meski demikian, otoritas terkait belum dapat merinci jumlah pasti jemaah yang terdampak karena proses pendataan masih berlangsung.
“Informasi yang kami dapat dari pihak PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umroh, Red), memang masih ada di sana (tertahan) dan sebagian sudah kembali dengan selamat, aman,” terang Hasan, Senin (2/3/2026).
Saat ini tercatat sebanyak 15 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) atau biro perjalanan resmi yang memiliki izin beroperasi di wilayah Kabupaten Lumajang. Sembilan di antaranya merupakan kantor cabang dari perusahaan induk, sementara enam biro lainnya mengantongi izin operasional yang diterbitkan langsung di Lumajang.
Hasan menjelaskan pembagian izin tersebut menjadi basis koordinasi bagi kementerian untuk memantau pergerakan seluruh jemaah yang berangkat dari wilayahnya.
“Untuk yang 9 PPIU ini merupakan cabang dari induk pusat yang ada di Lumajang. Sedangkan yang memang dikeluarkan izinnya dari Lumajang itu ada 6,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kemenhaj Lumajang masih menunggu laporan tertulis dari setiap biro perjalanan mengenai kondisi terkini para jemaah. Hasan mengimbau agar para penyelenggara lebih tertib dalam menyampaikan laporan berkala terkait data keberangkatan maupun rencana pemulangan jemaah.
Ketertiban laporan dari pihak PPIU dinilai sangat krusial agar pemerintah daerah dapat memberikan informasi yang akurat kepada pihak keluarga di Tanah Air.
“Jadi, penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau PPIU itu punya data masing-masing yang saat ini belum dilaporkan kepada kami berapa yang ada di Makkah atau di Saudi Arabia atau berapa jumlahnya yang sudah kembali ke Tanah Air,” ungkap Hasan. [has/beq]






