Ponorogo (beritajatim.com) – Tidak hanya Kodim 0802 Ponorogo, penyaluran bantuan tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) juga dilakukan oleh Polres Ponorogo. Bantuan uang tunai sebesar Rp 1,2 juta itu, penyalurannya dilakukan secara bertahap, guna menghindari kerumunan. Ditargetkan awal bulan November 2021, semua bantuan BTPKLW sudah tersalurkan kepada 3500 penerima.
Penyaluran itupun dimonitor langsung oleh anggota DPR RI dari Komisi III Johan Budi Sapto Pribowo. Politisi dari PDI Perjuangan itu kebetulan melakukan kunjungan kerja ke Ponorogo. Dia mengapresiasi Polres Ponorogo dalam hal penyaluran bantuan tunai kepada pedagang kaki lima tersebut.
“Hari ini saya datang ke Polres Ponorogo, melihat langsung bagaimana proses penyaluran bantuan tunai kepada pedagang kali lima,” kata mantan pegawai KPK tersebut.

Menurut Johan Budi, TNI-Polri dalam penyaluran BTPKLW ini, merupakan ujung tombak pemerintah sehingga bantuan bisa tepat sasaran. Apalagi penyaluran dilakukan secara door to door. Dengan begitu bisa meminimalisir terjadinya penyimpangan atau salah sasaran.
“Saya mengapresiasi, bahwa ini untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan atau salah sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo mengucapkan terima kasih kepada anggota Komisi III DPR RI Johan Budi Sapto Pribowo atas kunjungan kerjanya serta apresiasi yang diberikan kepada TNI-Polri di Ponorogo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Catur mengungkapkan penerima bantuan dalam program BTPKLW sudah melalui tahap verifikasi. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan anggota Bhabinkamtibas Polres Ponorogo di setiap kelurahan atau desa secara door to door.
Lebih lanjut Dia menjelaskan bantuan uang tunai ini merupakan program bantuan dari pemerintah pusat kepada pedagang kaki lima yang belum pernah dapat bantuan sama sekali. Sementara untuk teknis penyalurannya diamanahkan kepada jajaran TNI dan Polri.
“Masing-masing pedagang kaki lima dan pemilik warung yang memenuhi indikator ini mendapat bantuan uang tunai sebesar 1,2 juta rupiah,” ungkapnya. [end/but]






