Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur melaporkan bahwa sudah ada 100 kasus hewan berpotensi menularkan rabies yang mengigit manusia.
Hal itu tercatat dalam temuan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Lumajang sejak awal tahun 2025.
“Catatan kami, sampai hari ini ada 100 kasus manusia digigit hewan yang berpotensi menularkan rabies,” terang Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes-P2KB Lumajang dr Marshall Trihandono ketika dikonfirmasi, Rabu (23/7/2025).
Sementara itu, Subkoordinator Subtantif Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Kusuma Wardani menjelaskan, hewan berpotensi menularkan penyakit rabies yang dilaporkan menyerang manusia dipastikan akan langsung dikarantina.
Upaya itu diakui sebagai proses untuk mengetahui apakah hewan tersebut memang menderita penyakit rabies atau tidak yang bisa menular ke manusia (Zoonosis).
“Ini kita berkoordinasi dengan dinkes juga, jadi setiap ada laporan gigitan hewan ke manusia, hewannya kita karantina selama dua minggu untuk diamati. Sementara orang yang tergigit akan ditangani pihak dinkes,” terangnya.
Meski ditemukan ratusan kasus hewan berpotensi menularkan rabies yang menggigit manusia, dipastikan tidak ada satupun kasus hewan positif rabies di wilayah Lumajang.
“Untuk kasus rabies tidak ada, hewan yang menggigit manusia dan kita karantina juga tidak ada yang menunjukkan gejala,” tambahnya.
Selain itu, menyusul banyaknya temuan kasus gigitan hewan terhadap manusia, Pemkab Lumajang juga sudah menyediakan vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan sebagai upaya pencegahan.
Total, ada 175 dosis vaksinas rabies yang disediakan bagi hewan peliharaan jenis kucing, anjing hingga monyet.
Kepala DKPP Lumajang Retno Wulan menyampaikan, animo masyarakat yang ingin memberikan suntikan vaksin rabies terhadap hewan peliharaannya cukup tinggi. Tercatat ada 140 hewan peliharaan telah didaftarkan untuk menerima injeksi vaksin rabies.
“Agenda pemberian vaksin rabies ini selalu rutin setiap tahunnya, memang kita selenggarakan satu hari saja. Ini ada 140 yang mendaftarkan diri, dan selain vaksin juga ada pemeriksaan kesehatan hewan,” ungkap Retno. (has/ted)






