Surabaya (beritajatim.com) – Bandit spesialis pembobol kos-kosan membuat resah warga Jalan Rungkut Kidul, Surabaya. Warga yang mayoritas buruh SIER harus kehilangan 15 tabung gas ukuran 3 kilogram. Informasi yang dihimpun, tempat kos tersebut dalam semalam bisa kehilangan 5 tabung gas. Kompor gas tersebut berada di depan kamar.
“Dicurinya itu seminggu yang lalu. Tahunya pas subuh, pas saya mau masak. Saya nyalakan kompor kok nggak bisa. Terus saya lihat tabung elpiji-nya ternyata nggak ada,” terang Sulis, wanita 45 tahun yang enggan namanya disebut lengkap, Selasa (23/11/2022).
Mengetahui tabung elpiji raib, wanita asal Trenggalek ini kemudian bertanya kepada tetangga kos yang lain, apakah mengetahui keberadaan barang tersebut. Namun, oleh tetangga kos, dijawab tidak ada yang mengetahui, dan malah curhat, karena sama-sama menjadi korban pencurian.
[berita-terkait number=”3″ tag=”maling-surabaya”]
“Pas saya tanya itu, malah disambati (dicurhati) tetangga kos. Katanya sebelumnya tabung LPG-nya juga hilang. Malah ada yang bilang kehilangan uang sebelum saya ini,” katanya.
Sulis menjelaskan bahwa pembobol ini biasanya beraksi di malam hari hingga menjelang subuh. Hal tersebut diperkuat lantaran semua warga baru mengetahui hilangnya LPG ketika pagi hari. “Kok tega ya. Apa malingnya nggak bisa beli rokok atau makan, sampai tega curi LPG penghuni kos,” ujarnya.
Sulis mengatakan, berdasarkan pengakuan penghuni kos yang lain, dalam sebulan terakhir sudah ada sekitar 15 tabung gas LPG ukuran 3 kilogram raib dicuri maling. Kebanyakan, pelaku beraksi diperkirakan pada jam dini hari. “Kalau kata tetangga kos yang lain, minggu kemarin aja sudah ada 5 orang yang kehilangan tabung LPG. Rawan banget. Kalau begini terus ya banyak yang nggak kerasan di sini. Sebagian juga sudah ada yang pindah kos,” jelasnya.
Sulis mengaku, beberapa penghuni telah melapor ke Polsek Rungkut, namun hingga saat ini belum ada perkembangan yang didapat oleh warga. “Sebagian tetangga kos katanya sudah melapor ke Polsek Rungkut. Tapi sampai sekarang ya gini-gini aja. Belum ada tindakan,” tandasnya.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Rungkut Iptu Djoko Soesanto saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut belum menjawab, dan mengaku masih umroh. “Sebentar mas, ini masih umroh,” katanya singkat. [ang/suf]






