Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yakin usaha olahan makanan berbahan telur asin memiliki peluang yang menjanjikan untuk dijadikan sebuah usaha. Ini disampaikan saat meninjau Pelatihan dan Pendampingan Usaha Telur Asin Aneka Rasa yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Mojokerto.
“Seiring perkembangan zaman, varian makanan sekarang juga semakin banyak. Termasuk telur asin sekarang juga bisa dijadikan bergai macam varian atau bahkan cemilan. Perkembanagan di dalam inovasi makanan dengan menggunakan telur asin ini sangat pesat, artinya peluang pasarnya masih terbuka sangat luas,” ungkapnya, Sabtu (26/3/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Tidak hanya diberikan pelatihan, ratusan warga yang mengikuti pelatihan ini juga akan diberikan pendampingan usaha selama enam bulan serta bantuan permodalan usaha. Ning Ita (sapaan akrab, red) mengingatkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain rasa yakni kreativitas serta harga yang mampu bersaing di pasaran.
“Setelah pelatihan ini tentu akan terus kita dampingi untuk melihat sejauh mana perkembangan skil yang sudah kita latih. Tidak hanya itu, kita juga menyediakan bantuan permodalan usaha bagi yang bertahan. Jangan sampai rasa sudah enak, ternyata harganya mahal dan tidak bisa bersaing dengan pasaran,” imbuhnya.
Sebanyak 164 warga Kota Mojokerto diberikan pelatihan berlangsung di Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pelatihan diberikan mulai tanggal 16 hingga 26 Maret 2022. Selama pelatihan, peserta yang dibagi menjadi tiga sesi pelatihan ini telah berhasil membuat berbagai macam olahan berbahan telur asin diantaranya sambal telur asin, nastar telur asin, serta telur asin bakar. [tin/kun]






