Lombok Utara (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi dan memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Telkom Indonesia berkolaborasi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) melaksanakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10.000 pohon mangrove serta transplantasi 2.000 bibit terumbu karang pada Kamis (23/04).
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif “Go Zero Sustainability Action: Save Our Planet di Lombok, Nusa Tenggara Barat” yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut sebagai upaya keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Acara ini dihadiri oleh Denda Dewi (Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara), Muhammad Kafin (General Manager Witel Telkom Nusra), Nugroho Adi Pracoyo (Manager General Support Telkom Regional 3), serta jajaran Telkom Employee Social Activity (TESA) Telkom Mataram dan Lombok Barat.
Peresmian kegiatan ditandai dengan simbolisasi penyerahan bantuan 10.000 bibit mangrove, 2.000 bibit terumbu karang dengan 125 media transplantasi, serta dukungan kamera GoPro untuk kebutuhan dokumentasi dan monitoring kegiatan konservasi.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, kegiatan konservasi terumbu karang dilaksanakan di area Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Telkom, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelestarian ekosistem laut di sekitar infrastruktur strategis nasional. Upaya ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan habitat laut sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan perairan.
Dalam sambutannya, General Manager Witel Telkom Nusra, Muhammad Kafin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, namun memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi ekosistem pesisir. Mangrove dan terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan perlindungan wilayah pesisir,” ujar Kafin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi, yang mewakili Bupati Lombok Utara, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Telkom dan BMM.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi PT Telkom Indonesia dan BMM dalam mendukung pelestarian lingkungan di Lombok Utara. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem laut dan mangrove,” ujar Denda.
Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Pandanan sebagai kelompok konservasi terumbu karang serta Pokmaswas Cemare Eco Green Mangrove sebagai penggerak pelestarian mangrove di wilayah Lombok Barat.
Kedua kelompok tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PT Telkom Indonesia dan BMM, yang tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk konservasi, tetapi juga melalui pembangunan Rumah Edukasi Mangrove. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat pesisir, khususnya generasi muda, dalam memahami pentingnya mangrove sebagai bagian dari ekosistem yang harus dijaga dan dilestarikan.
Melalui kolaborasi ini, PT Telkom Indonesia dan BMM menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di darat maupun di laut. (aga/beq)






