Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan underapaas Gresik yang berada di bawah Jalan Wahidin Sudirohusodo kembali disorot. Setelah tak banyak fungsi, karena jarang dimanfaatkan pengguna jalan, kini pembangunan underpass yang menelan anggaran APBD sebesar Rp 5 miliar malah dicoret-coret oleh tangan jahil yang tidak bertanggungjawab.
Pantauan di lapangan, ada coretan berwarna hitam yang berada di sisi utara dari underpass, tepatnya di sisi tebing penyangga. Coretan itu begitu kontras karena berada di tembok berwarna abu-abu. Tidak hanya itu, aksi vandalisme ini lebih dari satu coretan.
Terkait dengan ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Achmad Hadi menuturkan, proyek underpas itu masih dalam masa pemeliharaan. Sehingga, jika terjadi persoalan masih menjadi tanggungjawab penyedia jasa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”underpass-gresik”]
Menurutnya, untuk membersihkan coretan itu sepenuhnya akan dilakukan oleh rekanan penggarap proyek tersebut. Meski demikian, dirinya meminta agar masyarakat Gresik turut menjaga kebersihan tempat umum. Apalagi vandalisme itu cukup mencolok.
“Seharusnya dijaga bersama agar enak dipandang, bukan malah dicoret-coret oleh tangan jahil yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya, Kamis (2/06/2022).
Sementara itu, secara terpisah anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, dirinya meminta agar petugas pengawasan wilayah seperti Dinas Satpol PP Gresik menambah kewaspadaannya. “Lokasi underpass berada di tengah kota, apabila semakin banyak coretan akan membuat Gresik kurang enak dipandang,” katanya.
Ia menambahkan, aksi vandalisme juga terjadi di Kampung Pecinan beberapa waktu lalu. Kendati Pemkab Gresik telah mempercantik kawasan pecinan, namun salah satu tembok berwarna putih penuh dengan coretan vandalisme. “Aksi seperti ini yang perlu diperhatikan, bila peru pelaku yang ketahuan diberikan sangsi agar tidak terulang lagi,” tandasnya. [dny/kun]






