Malang (beritajatim.com) – Inovasi yang dilakukan oleh anak muda di Indonesia seolah tak ada habisnya. Mereka berlomba-lomba untuk menciptakan solusi dari berbagai permasalahan yang ada. Sehingga, terbentuklah usaha rintisan atau yang akrab dikenal dengan startup.
Tak hanya dilakukan oleh anak-anak muda kreatif dari kota besar saja, usaha rintisan ini juga banyak bermunculan di kota-kota kecil. Salah satunya Jember. Kawasan yang masuk dalam kota ketiga di Jawa Timur ini memiliki usaha rintisan yang berprestasi, yakni Kode Koding.
“Kode Koding kami mulai sejak tahun 2018. Mulanya, hanya sebagai sarana untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Negeri Jember untuk mencari referensi dan diskusi mengenai tren industri terbaru,” terang Umar Samawi Tashar, Founder Kode Koding
Seiring berjalannya waktu, Kode Koding terus berkembang. Dengan memanfaatkan jejaring, mereka mendapat kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan salah satu portal berita di Jember.
“Kami membantu mereka untuk melakukan anotasi berita. Portal berita ini menggunakan robot untuk penulisan otomatis. Nah, kami membantu anotasi kata-katanya,” jelas Umar.
Setelah itu, lanjut Umar, usahanya tersebut terus berkembang. Mereka dipercaya untuk bekerjasama dengan startup edukasi di Jakarta.
“Kami terlibat dalam proses pengembangan sarana pembelajaran untuk siswa SD dan SMP. Buku pelajaran yang menjadi modul belajar diterjemahkan ke game,” kata dia.
Tak hanya berkembang dengan membangun jejaring untuk berkolaborasi, Kode Koding juga ingin memberikan edukasi untuk peningkatan skill bagi talenta digital. Salah satunya, melalui berbagai kegiatan yang dilakukan.
“Kami sempat bikin event Jember Coding Fair dengan salah satu sekolah disini. Kemudian, juga sering mengadakan workshop dan seminar,” imbuh pria berkacamata ini.
Baca Juga: Umar Samawi Tashar, Kembangkan Startup Hingga Bisnis Kuliner di Jember
Berangkat dari pelatihan tersebut, mereka kemudian terpikir untuk membuat kelas serupa bagi siswa-siswi sekolah dasar (SD) dan SMP.
“Kelas ini sempat beberapa kali kami lakukan. Kemudian, karena ada pandemi, akhirnya berhenti,” lanjut dia.
Adanya pandemi Covid-19 tak membuat Kode Koding berhenti berkarya. Ia kemudian mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang digeber oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.
“Kami mewakili Kota Surabaya dan berhasil lolos menjadi 34 besar nasional. Saat mengikuti program ini, kami membuat program untuk membantu UMKM membuat website hingga sosial media. Konsepnya, one stop service untuk UMKM,” papar dia.

Salah satu program yang dijalankan, yakni bersama Universitas Negeri Jember. Saat masa pandemi, mereka membuat sistem untuk mendeteksi warga yang terpapar Covid-19 lebih dini.
“Dari sini, kami sering mendapat tawaran untuk mengerjakan website dan aplikasi,” papar dia.
Kemudian, kata Umar, Kode Koding juga kembali mengaktifkan kelas-kelas untuk belajar coding.
“Kami membuka kelas untuk anak SD dan SMP. Kemudian, juga membuat trial untuk kelas sekolah beta di bidang laravel,” lanjut dia.
Selain itu, kata dia, Kode Koding juga menjadi bagian dari tim riset Korlantas Polri untuk keselamatan berlalu lintas.
“Kami melakukan riset dan membuat sistem monitoring, menggunakan platform informasi untuk research and development. Tujuannya, untuk mempermudah mereka membuat laporan,” sambung dia.
Ke depan, pihaknya ingin terus mengembangkan usaha rintisan yang saat ini masih terus dikembangkan.
“Harapannya, saya ingin bergerak untuk membantu anak-anak muda di Jember agar percaya diri dan bisa bersaing di dunia industri,” tandas dia. (ted)
——————
Konten Kerjasama dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






