Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pencurian kendaraan bermotor menjadi sorotan warga Kota Surabaya pada beberapa waktu terakhir. Suara warganet di berbagai platform media sosial Kota Surabaya meminta agar pihak kepolisian memperketat penjagaan di gerbang jembatan Suramadu.
Pantauan beritajatim di akun @ini_surabaya, beberapa warganet mengomentari salah satu postingan dengan harapan agar pihak kepolisian melakukan pemeriksaan STNK di gerbang jembatan Suramadu agar Surabaya aman dari kasus curanmor. “Surabaya sudah menjadi sarang maling sekarang. Perlu ada Razia minimal pemeriksaan STNK di pintu gerbang Suramadu,” ujar salah satu akun PuguhSumbogo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”curanmor”]
Menanggapi aspirasi masyarakat Surabaya, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana saat ditemui beritajatim, Jumat (04/11/2022) malam, mengatakan jika pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menekan angka curanmor di Surabaya. Namun, Mirzal mengatakan kesuksesan strategi kepolisian yang dirancang membutuhkan kerjasama dari masyarakat.
“Kami sudah siapkan (strategi) seperti pembagian wilayah untuk patroli, kami juga giatkan Polsek untuk melakukan patroli. Namun, dukungan masyarakat juga penting. Saya harap masyarakat juga bisa menjaga diri agar tidak menjadi sasaran empuk para penjahat,” ujar Mirzal.
Mirzal mengakui jika dalam bulan September-Oktober 2022 ada sekitar 101 laporan masuk terkait curanmor. Dari jumlah tersebut, 65 kasus telah selesai dan pihaknya menangkap 58 tersangka curanmor yang didominasi oleh residivis dan usia dewasa.
“Memang dari beberapa kasus yang kami tangani, para bandit curanmor ini melarikan hasil kejahatannya ke wilayah Madura. Nantinya, masukan-masukan masyarakat pasti akan ditampung untuk dicarikan jalan terbaik,” imbuh Mirzal.
Mirzal mengatakan lebih lanjut jika dalam menciptakan suasana kondusif di Surabaya polisi tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada sinergi dengan masyarakat lantaran anggota Reskrim hanya bisa menindak jika ada laporan masuk. Untuk langkah pencegahan, masyarakat bisa berhati-hati dengan memberikan kunci ganda pada sepeda motor, tidak memancing penjahat dengan kelalaian-kelalaian pribadi.
Ia pun menjamin, jika semua laporan masuk pasti ditangani oleh anggotanya. Namun, jumlah anggota kepolisian yang bertugas di Reskrim terbatas membuat penyidik harus bekerja ekstra keras.
“Pasti kami tindak lanjuti. Kami juga ingin masyarakat Surabaya aman. Namun, peran masyarakat besar untuk bisa ikut membantu memperkecil lingkup para penjahat ini, saya pastikan satuan Reskrim bekerja dengan integritas. Namun, sekali lagi perlu sinergi yang baik untuk mengamankan kota Surabaya yang luas ini,” tegasnya. (ang/kun)






