Blitar (beritajatim.com) – Tebing setinggi 10 meter di Desa Suru Kecamatan Doko Kabupaten Blitar longsor. Lebar longsoran tebing bahkan mencapai lebih dari 4 meter. Material tanah longsor menutup jalan raya penghubung Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Doko.
Tanah dan bebatuan yang ikut terseret menutup badan jalan hingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. “Iya hujan deras yang terus terjadi membuat tebing setinggi 10 meter di kecamatan Doko Kabupaten Blitar longsor, dan menutup jalan,” kata Ivong Bettryanto, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Minggu (29/1/2023).
Jalan yang tertutup material longsor ini merupakan salah satu akses tercepat penghubung Kecamatan Wlingi dengan kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Sehingga akibat peristiwa tanah longsor ini pengendara roda 4 terpaksa memutar hingga lebih dari 5 Kilometer.
Sementara untuk kendaraan roda dua masih bisa melintasi jalan raya Doko-Wlingi ini. Meski demikian para pengendara harus ekstra berhati-hati karena kondisi jalan masih tertutup material tanah. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Kecamatan Doko Kabupaten Blitar diguyur hujan 1 hari penuh. Tingginya intensitas hujan membuat kontur tanah di lokasi tersebut labil.
[berita-terkait number=”3″ tag=”longsor-blitar”]
Akhirnya tebing setinggi 10 meter tersebut longsor dan menutup jalan raya Doko-Wlingi. Beruntung saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas sehingga tidak terjadi korban jiwa. “Awalnya hujan terus, kemudian tebing setinggi 10 meter itu longsor dan menutup jalan raya Doko-Wlingi,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Blitar bersama warga langsung melakukan evakuasi tanah longsor di Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Dengan menggunakan alat seadanya petugas berusaha membuka jalur agar bisa segera dilalui oleh pengendara. BPBD Kabupaten Blitar pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana tanah longsor. Pasalnya Kecamatan Doko, Wlingi hingga Gandusari merupakan daerah rawan longsor.
Kewaspadaan itu harus ditingkatkan lagi menyusul terjadinya cuaca buruk yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Menurut BPBD selama beberapa hari kedepan wilayah Blitar akan mengalami bencana Hidrometeorologi. Sesuai dengan prediksi dari BMKG bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Blitar akan berlangsung hingga awal Februari mendatang.

“Memang wilayah Doko hingga Gandusari merupakan daerah rawan longsor, dan ini juga terjadi bencana Hidrometeorologi hingga awal bulan Februari mendatang,” pungkasnya.
Selain tanah longsor, sejumlah bencana banjir akibat luapan air sungai juga terjadi di kabupaten Blitar. Seperti yang terjadi desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Tingginya intensitas hujan membuat sungai Sukosewu meluap dan menggenangi jalan raya Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
Ketinggian air luapan tersebut bahkan mencapai 120 centimeter. Banjir luapan tersebut akhirnya surut setelah hujan mereda. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun aktivitas lalulintas di jalan desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar sempat terganggu. [owi/suf]






