Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Harian Pengprov Kodrat Jawa Timur, Erwin H. Poedjono, menyatakan bahwa persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 menjadi fokus utama organisasi setelah cabang olahraga Tarung Derajat dipastikan akan dipertandingkan dalam ajang tersebut.
“Melalui proses yang panjang dan tidak mudah, Tarung Derajat akhirnya resmi akan dipertandingkan pada PON 2028. Ini tentu menjadi momentum penting bagi kami di Jawa Timur untuk mempersiapkan atlet sebaik mungkin,” ujar Erwin, Senin (16/3/2026).
Menurut Erwin, sepanjang tahun 2025 Tarung Derajat Jawa Timur telah mengikuti tiga kejuaraan nasional dengan segmentasi berbeda sebagai bagian dari proses pembinaan dan evaluasi atlet.
Ketiga ajang tersebut yakni Kejuaraan Nasional Pekan Olahraga Mahasiswa di Solo pada September 2025, Kejuaraan Nasional PON Beladiri II di Kudus pada Oktober 2025, serta Kejuaraan Nasional Pelajar Piala Kemenpora RI di Bandung pada Desember 2025.
Dari tiga ajang tersebut, Tarung Derajat Jawa Timur berhasil mencatatkan hasil yang cukup membanggakan. Pada Kejurnas Pekan Olahraga Mahasiswa, Jatim meraih juara umum II dengan perolehan empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu.
Sementara pada Kejurnas PON Beladiri II, Jatim meraih juara umum III dengan raihan tiga emas, satu perak, dan dua perunggu. Adapun pada Kejurnas Pelajar Piala Kemenpora RI, Jawa Timur kembali menempati posisi juara umum II dengan perolehan empat emas, dua perak, dan lima perunggu.
Sebelumnya, pada 2024, Tarung Derajat Jawa Timur juga mencatatkan hasil positif dengan meraih dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu pada PON Aceh.
Erwin menilai hasil tersebut menjadi indikator bahwa sistem pembinaan Tarung Derajat di Jawa Timur telah berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa hingga kategori umum.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet Tarung Derajat di Jawa Timur berjalan cukup baik dan sistematis. Mulai dari usia dini, remaja hingga dewasa sudah memiliki jalur pembinaan yang jelas,” ujar pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) tersebut.
Terkait target juara umum pada PON 2028, Erwin menilai peluang tersebut cukup terbuka meskipun tidak mudah. Selain meningkatkan kualitas di nomor seni, Tarung Derajat Jawa Timur juga memiliki sejumlah atlet muda yang diprediksi memasuki usia emas (golden age) pada saat PON 2028 digelar.
“Kalau dulu usia emas atlet di Tarung Derajat adalah 27–28 tahun. Tapi sekarang golden age-nya 23 sampai 24 tahun. Ini menjadi keuntungan bagi Jatim karena saat ini atlet-atlet kita yang berprestasi di berbagai kejuaraan masih muda,” tandasnya. (way/but)






