Surabaya (beritajatim.com) – Tarif ojol sudah resmi dinaikkan oleh pemerintah. Kenaikan ini berlaku hampir di semua zona operasional. Alasan pemerintah menaikkan tarif ojol dalam rangka penyesuaian dengan kenaikan harga BBM.
Kenaikan harga ini mulai berlaku pada 10 September 2022. Kenaikan tarif rata-rata untuk batas atas dan batas bawah adalah sekitar 6 persen hingga 13,33, tergantung dengan zonasi persebaran ojol.
Kenaikan harga ojol ini banyak membuat masyarakat kita khawatir karena takut mempengaruhi anggaran pengeluaran penting lainnya. Lantas, bagaimana cara agar keuangan tetap stabil tanpa takut membengkak?
Mode transportasi ojol selama ini banyak membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan mobilisasi sehari-hari. Minimnya transportasi umum yang mudah dijangkau masyarakat, menjadi salah satu pemicu utamanya.
Agar pengeluaran kita tidak boros imbas kenaikan tarif ojol, simak tips berikut ini.
1. Hitung kenaikan tarif ojol dengan jatah keuangan untuk jangka waktu tertentu
Biasakan untuk menghitung biaya mobilisasi sehari-hari agar bisa menakar anggaran dana yang harus dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini bisa dalam satu hari, seminggu atau satu bulan.
Dengan mengetahui dasar tarif dan pengeluaran dana dalam jangka waktu tertentu ini, kita dapat mengetahui apakah kenaikan tarif ojol dapat mempengaruhi keuangan kita secara signifikan ataukah tidak.
Jika kenaikannya tidak memengaruhi secara signifikan dan tidak mengganggu pos pengeluaran lainnya, maka sah-sah saja untuk tetap menggunakan ojol sebagai moda transportasi sehari-hari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bbm”]
2. Hidup hemat, kurangi jajan
Jika kenaikan tarif ojol benar-benar mempengaruhi keuangan secara signifikan, maka tidak ada cara lain selain hidup hemat dengan memotong pengeluaran yang tidak begitu perlu. Seperti mengurangi jajan atau sekadar memilih tempat makan yang lebih murah.
3. Bandingkan harga dari penyedia layanan ojol, dan pilih harga terbaik
Memang agak memakan waktu, namun kiat ini sangat efektif bagi kita yang selektif. Meskipun pemerintah telah menaikkan tarif minimum ojol, namun kebijakan ini masih harus direalisasikan oleh penyedia layanan.
Sekadar tips, kamu bisa download lebih dari satu aplikasi ojek online supaya bisa membandingkan harga. Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk mendapatkan promo dari salah satu atau bahkan semua aplikasi yang telah kamu unggah.
4. Manfaatkan promo dan bayar menggunakan promo
Siapa yang gak senang kalau dapat promo? Kabar baik, sepertinya setelah ini beberapa penyedia layanan ojol akan memberikan promo agar masyarakat tetap setia menggunakan jasanya.
Manfaatkan promo-promo tersebut dan kalkulasi ulang seberapa banyak kamu bisa menghemat uang. Jika beruntung, biasanya layanan ojol juga menyediakan promo paket atau berkerja sama dengan perusahaan komoditas lainnya.
5. Gunakan e-wallet untuk pembayaran
Selain kemudian dalam bertransaksi, biasanya e-wallet juga memberikan beberapa diskon atau cashback bagi penggunanya. Coba mulai gunakan e-wallet dan bandingkan keuntungan dengan menggunakan pembayaran secara cash.
6. Naik transportasi umum lain, kendaraan pribadi atau nebeng dengan teman yang sejalan
Bagi kamu yang sudah enggan mempertahankan aplikasi ojol di smartphone, opsi ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Faktanya ada beberapa mode transportasi umum yang lebih murah daripada ojol, seperti subway atau KRL. Namun tidak semua bisa mengakses fasilitas ini.
Agar lebih hemat lagi, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menebeng dengan teman. Namun persiapkan diri, karena menggunakan kendaraan pribadi dapat membuat tubuh kita lebih merasa lelah.
Itulah tips pengeluaran agar kita tidak boncos imbas kenaikan tarif ojol. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa setiap keputusan yang kita ambil harus berdasarkan perhitungan dan perbandingan yang matang. (Kai/nap)






