Lamongan (beritajatim.com) – Kala pandemi Covid-19 melanda, Lutfi (32) warga Desa Made Kecamatan/Kabupaten Lamongan mampu menangkap peluang dan membuka usaha jasa pembersihan sepatu (shoes cleaning).
Awalnya, Lutfi mengungkapkan, keputusannya membuka shoes cleaning ini lantaran usaha jualan baju yang ia geluti sebelumnya sepi. Selain itu, daya beli masyarakat pun cenderung menurun akibat pandemi yang menghantam berbagai sektor.
“Sebelumnya saya berjualan baju, tapi pandemi membuat usaha saya jadi sepi,” kata Lutfi kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).
Tak menyerah begitu saja, Lutfi berusaha bangkit dari kondisi. Ia memutar otak dan berfikir tentang usaha apa yang cocok sekaligus mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

Setelah melalui pertimbangan yang matang, Lutfi akhirnya memutuskan untuk membuka jasa cleaning shoes. Saat pandemi, menurutnya, banyak orang lebih memilih untuk memperbaiki atau membersihkan barang yang sudah ada daripada mencari barang baru.
“Ketika itulah saya terpikir untuk membuka jasa shoes cleaning ini, karena juga belum banyak yang membuka jasa semacam ini,” terangnya.
Lebih lanjut, berbekal harapan dan teknik shoes cleaning yang ia pelajari di Jogjakarta, Lutfi meyakini, bahwa usaha barunya ini akan menuai kelancaran dan mampu bertahan meski pandemi melanda.
“Untuk membuka jasa pembersihan sepatu ini, semua peralatan dan bahan-bahannya saya datangkan dari Jogjakarta, seperti obat sepatu, pernak-pernik, dan lain-lainnya,” tuturnya.

Kini, selama hampir 2 tahun jasa pembersihan sepatunya berjalan, Lutfi mengaku bersyukur bisa bertahan menghadapi pandemi dengan omset yang cukup lumayan dari hasil usahanya ini.
Untuk tarif, Lutfi berkata, ia tak memasang tarif tinggi, yakni berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu untuk full cleaning sepatu. “Alhamdulillah, ternyata jasa ini menarik orang-orang. Pandemi membuat orang lebih banyak merawat sepatunya,” ucapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umkm”]
Saat ini, kebanyakan pelanggan yang datang ke rumahnya adalah warga yang tinggal di sekitar kota Lamongan, meski ada juga sebagian pelanggan yang datang dari luar kawasan kota.
“Pelanggan kebanyakan dari dalam kota sih mas, ada juga yang datang dari luar kecamatan kota,” akunya.
Tak hanya menunggu pelanggan datang menghampirinya, Lutfi juga menyediakan layanan antar jemput sepatu yang akan dibersihkan. “Intinya, jasa pembersihan sepatu ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan ketekunan,” pungkasnya. [riq/but]






