Jombang (beritajatim.com) – Tanggul Sungai Konto yang ada di perbatasan antara Kecamatan Gudo, Jombang, dengan Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, jebol 50 meter. Akibatnya, air meluber ke area persawahan dan menggenangi jalur utama yang menghubungkan Jombang – Kediri.
Dalam sepekan ini tanggul tersebut jebol dua kali. Hal itu karena tanggul yang kritis tidak kuat menahan gerusan air. Jebolnya tanggul tersebut bermula saat hujan deras yang mengguyur Jombang dan sekitarnya. Akibatnya, debit air sungai naik dan menggerus tanggul tersebut hingga jebol.
“Jebolnya tadi malam. Ini jebol yang kedua. Karena beberapa sebelumnya juga jebol. Tanggul yang jebol masuk wilayah Kediri. Air menggenangi sawah dan jalan. Pagi tadi air mulai surut,” kata Kasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang Syamsul Bahri, Kamis (10/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jombang”]
Atas kejadian itu, sejumlah petugas dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan Perun Jasa Tirta Jawa Timur mendatangi lokasi. Sejumlah alat berat juga didatangkan untuk melakukan penambalan tanggul. Kantung besar atau jumbo bag berisi tanah diletakkan di tanggul jebol tersebut.
Hanya saja, petugas kewalahan karena sungai yang arusnya masih deras. “Jebolnya sepanjang 50 meter. Kita buat tanggul darurat untuk menghalau agar air yang masuk persawahan berkurang,” kata Kasub DJA (Divisi Jasa Asa) Perum Jasa Tirta 1 Mojokerto Lukman Hakim saat berada di lokasi.
Sampai kapan penambalan tanggul dilakukan? Lukman menargetkan tiga hari kedepan sudah selesai. Dengan catatan, cuaca bersahabat. “Kalau cuaca bagus, penambalan tanggul bisa selesai dalam tiga hari,” kata Lukman. [suf/kun]






