Jombang (beritajatim.com) — Kodim 0814/Jombang resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025 pada Rabu pagi, 23 Juli 2025, di Lapangan Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan. Acara ini diikuti sekitar 500 peserta dan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, sebagai penanggung jawab kegiatan.
Upacara pembukaan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 09.40 WIB dengan Inspektur Upacara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo.
Kegiatan TMMD kali ini mengusung tema “Dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah”. Tema tersebut menegaskan komitmen TNI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Letkol Kav Dicky Prasojo menyampaikan bahwa TMMD merupakan salah satu program strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara menyeluruh. “Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Upacara diawali pukul 08.50 WIB dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara, dilanjutkan pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara. Susunan pasukan terdiri dari berbagai elemen, antara lain:
Regu Korsik Ajenrem 082/CPYJ Jombang, SSK gabungan Satgas TMMD dari Yonif 516/CY, Yonif 500/SKT, Pasmar 2 Surabaya, dan Satradar 222 Kabuh, SSK gabungan Kodim 0814/Jombang, Satrad 222 Kabuh, dan Polres Jombang.
Kemudian, SSK gabungan Dishub, BPBD, dan Satpol PP Kabupaten Jombang, SSK gabungan unsur masyarakat seperti Serkom, Banser, Pemuda Pancasila, Linmas, hingga pelajar SMA.
Puncak kegiatan adalah penyematan tanda peserta dan penyerahan alat kerja oleh Inspektur Upacara, serta amanat resmi yang disampaikan oleh Sekda Jombang, Agus Purnomo. “TMMD terbukti dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” ujar Agus dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak boleh terpusat di kota saja, tetapi harus menyentuh pedesaan agar pertumbuhan ekonomi semakin merata.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat. “Keberhasilan TMMD hanya dapat dicapai jika semua pihak saling bahu-membahu dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Program TMMD ke-125 di Kabupaten Jombang mencakup pembangunan fisik seperti pembuatan jalan, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan tempat ibadah. Untuk kegiatan non-fisik, disiapkan berbagai kegiatan penyuluhan kesehatan, bazar, pemberdayaan UMKM, donor darah, dan bakti sosial.
Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa, lagu Andika Bhayangkari, serta laporan akhir dan penghormatan pasukan. Seluruh rangkaian berjalan lancar, tertib, dan aman.
Melalui TMMD, TNI dan Pemerintah Daerah tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi penting agar hasil pembangunan dapat dirawat bersama dan berkelanjutan. [suf]






