Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali mengirimkan bantuan penanganan kabut asap ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel saat ini cukuo parah dan terus berlanjut.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini kembali mengirimkan sejumlah bantuan logistik dan personel ke Kalimantan Selatan, untuk membantu percepatan penanganan kabut asap.
Bantuan tersebut berupa, oxycan kaleng sebanyak 2.000 botol, sarung tangan kain 2.000 pasang, dan masker medis sebanyak 10 ribu lembar.
“Sebanyak 10 personel Tim BPBD Jatim kembali bertolak ke Kalimantan Selatan mengirimkan bantuan itu lewat kapal laut, Kamis malam. Besoknya (Jumat), pengiriman bantuan sudah sampai dan sudah diserahterimakan langsung di Posko Gabungan Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (16/10/2023).
Khofifah lalu menjelaskan, bantuan yang dikirimkan kali ini merupakan hasil identifikasi kebutuhan dari pemerintah setempat yang disampaikan kepada Tim BPBD Jatim saat mengirimkan bantuan tahap pertama pada 5 Oktober 2023.
“Semoga bantuan yang kita kirimkan bermanfaat dan kebakaran hutan yang melanda Kalimantan Selatan bisa terus mereda,” kata Khofifah yang baru merayakan peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur ini.
BACA JUGA:
Unair Anugerahi Khofifah Gelar Doktor Honoris Causa Ilmu Ekonomi
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto secara terpisah menambahkan, Tim BPBD Jatim yang membawa bantuan Gubernur Khofifah telah bertolak ke Banjarmasin dengan menggunakan Kapal Laut KM Dharma Kartika II dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Jumat sore (13/10/2023), Tim BPBD tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, untuk selanjutnya menyerahkan bantuan Gubernur Jatim ke Posko Gabungan Penanganan Karhutla Provinsi Kalsel di kawasan Guntung Damar, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
“Saya minta kepada tim yang berangkat untuk memastikan bahwa bantuan Ibu Gubernur itu benar-benar sampai sasaran sesuai amanah yang disampaikan,” tutur Kalaksa Gatot Soebroto.
Selain menyerahkan bantuan, Tim BPBD Jatim juga membantu penanganan Karhutla yang kebetulan terjadi di area jalan Tol Gubernur Syarkawi, Kec. Gambut, Kab. Banjar, tempat tim BPBD Jatim melintas.
Bersama Tim Gabungan Penanganan Karhutla Provinsi Kalsel, meliputi TNI, Polri, Damkar dan BPBD Prov. Kalsel, Tim BPBD Jatim membantu aksi pemadaman titik api yang membesar akibat hembusan angin yang sangat kencang.
Jarak pandang kendaraan pun sangat terbatas. Karenanya, Tim BPBD Jatim juga turut membantu mengatur penurunan laju kecepatan kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Tidak itu saja, Tim BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan Gubernur Jatim kepada Pondok Modern Al-Jauhar di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar yang terdampak Karhutla, hingga sebagian santrinya sempat terkena ISPA.
BACA JUGA:
AHY Sebut Khofifah Baik untuk Dipikirkan Dampingi Prabowo
Bantuan berupa, 1000 masker, sejumlah sarung tangan dan Oxycan ini diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Al-Jauhar, Ustadz Ruhul Jihad Fi Sabilillah.
“Alhamdulillah. Jazakumullah khoiron katsiro. Saya menyampaikan terima kasih kasih kepada Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Tim BPBD Jatim atas bantuan ini. Saya yakin ini pasti sangat bermanfaat bagi para santri,” ujar Ruhul Jihad.
“Pondok kami memang sempat terdampak Karhutla. Karena posisi pondok kami ini dikelilingi lahan kosong dan hutan. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih sekali atas bantuan ini. Sukses selalu untuk Jawa Timur,” lanjut Ruhul Jihad memungkasi.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah mengirimkan bantuan puluhan ribu masker kepada pemerintah provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Bantuan itu diberikan sebagai respons cepat atas berita kabut asap Karhutla di Kalsel yang diterima Gubernur Khofifah saat itu. [tok/beq]






