Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerjunkan tim untuk melakukan pembersihan aliran sungai yang dipenuhi sampah akibat hujan deras. Hal tersebut disampaikan saat turun langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Gembongan Desa Jotangan Kecamatan Mojosari.
Selain meninjau banjir di Desa Jotangan, Bupati juga meninjau langsung sejumlah titik wilayah yang terendam banjir dan tanggul jebol seperti di Dusun Kaliurip Desa Kalipuro, Dusun Patung Desa Pungging Kecamatan Pungging dan Desa Tinggar Buntut Kecamatan Bangsal.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, penanganan banjir dilakukan dengan cara melakukan pembersihan sampah sungai. Pihaknya juga akan melakukan perbaikan tanggul yang jebol bersama BPBD, Dinsos, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinkes, PMI, TNI-Polri, masyarakat serta sukarelawan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-mojokerto”]
“Sebetulnya ada beberapa kecamatan yang terdampak banjir. Seperti di Kecamatan Kutorejo, Ngoro, Mojoanyar, Bangsal, Puri. Tetapi semuanya sudah surut kecuali di titik wilayah Jotangan ini. Karena memang disitu ada tanggul yang tahun kemarin sudah diperbaiki dan sekarang jebol lagi,” ungkapnya, Jumat (10/2/2023).
Banjir yang terjadi karena aliran deras akibat curah hujan tinggi di daerah dataran tinggi yang membawa material pohon sehingga menyumbat aliran sungai yang ada di dataran rendah. Selain itu banjir disebabkan adanya tanggul yang jebol sehingga merendam permukiman warga serta areal persawahan sekitar 55 hektar.
“Banjir yang tak kunjung surut disebabkan karena tanggul sungai di Dusun Tambakagung, Desa Kebondalem, jebol. Karena memang ada tanggul yang tahun kemarin sudah diperbaiki tapi sekarang jebol lagi kanan-kiri. Akibatnya, air meluber hingga menggenangi permukiman warga dan areal persawahan,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Bupati, kondisi diperparah dengan derasnya aliran air akibat curah hujan yang tinggi di daerah hulu di Pacet-Trawas yang juga turut membawa material berupa pohon dan sampah yang menyumbat saluran. Bupati juga menginstruksikan untuk penanganan darurat di titik sumber bencana serta pendirian dapur umum dan posko kesehatan.
“Selain pembersihan aliran sungai, Pemkab Mojokerto juga menangani warga yang terdampak banjir dengan menyediakan tenda pengungsian untuk pelayanan kesehatan dan dapur umum. Dapur umum sudah berjalan, jadi sudah mulai didirikan tenda dan posko kesehatan yang juga untuk lansia-lansia,” tegasnya.
Termasuk pelayanan psikologis untuk masyarakat yang memang membutuhkan akibat banjir ini. Pihaknya juga akan melakukan assessment tindak lanjut penggantian bibit untuk para petani yang sawahnya terendam banjir. Pihaknya akan maksimalkan karena hal tersebut berhubungan dengan hasil panen dan ketersediaan padi di Kabupaten Mojokerto.
Tarkait penanganan warga terdampak, menyebut dapur umum didirikan di Balai Desa Jotangan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan sejumlah sembako kepada warga terdampak banjir. Bantuan tersebut ia serahkan kepada ibu-ibu dan lansia Dusun Dusun Kaliurip, Desa Kalipuro. [tin/kun]
![Tangani Banjir, Bupati Mojokerto Instruksikan Pembersihan Sampah di Sungai Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat meninjau pembersihan sampah di sungai Dusun Patung Desa Pungging Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230210-WA0065-1024x684.jpg)





