Surabaya (beritajatim.com) – Tanam rambut untuk mengatasi kebotakan makin diminati di Surabaya. Kini, masyarakat tidak perlu lagi terbang jauh ke Turki untuk tanam rambut.
Klinik NMW Surabaya menyediakan solusi tanam rambut lewat transplantasi. Kebotakan kini dapat diatasi dengan mudah.
Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, dokter Dinar Rahmania mengungkapkan, saat ini di Surabaya sendiri sudah ada empat pasien yang menjalani treatment transplantasi rambut sejak awal 2023.
Bahkan pasien dengan keluhan ini sudah ada sejak 2022 dan cenderung bertambah tahun ini. Hanya saja, saat itu jumlahnya masih satu hingga dua pasien.
“Ya meningkat peminatnya, 2022 kemarin hanya ada satu atau dua pasien. Awal tahun ini sudah ada empat pasien. Inikan berarti terjadi peningkatan,” katanya saat ditemui di perayaan Hari Jadi NMW Clinik Surabaya yang pertama, Sabtu (11/2/2023).
Metode ini dijalankan dengan mengambil rambut dari bagian belakang untuk ditanam di daerah ploting atau sudah ditentukan dokter sebelumnya.
Tanam rambut pun ada beberapa metode yang harus dijalani. Pasien harus memiliki cukup rambut dibagian belakang karena tidak bisa diambil dari orang lain.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecantikan”]
“Kenapa begitu? Karena tubuh kita memiliki sistem rejection, ditanam rambut sendiri saja belum tentu tumbuh apalagi rambut milik orang lain. Jadi memang harus memakai rambutnya sendiri,” ucap dokter Dinar.
Adapun tahapanya melakukan metode transplantasi rambut bisa ditanam hingga 1.000 lubang rambut. Analoginya, semakin banyak ditanam semakin banyak yang tumbuh.
Sebelum melakukan metode ini juga ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan, ujar Dokter Dinar, pertama menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak mengkonsumsi makanan cepat saji sementara waktu.
“Hal ini dilakukan supaya dalam proses pencangkokan rambut bisa hidup dan tumbuh dengan baik,” paparnya.
Setelah melakukan transplantasi rambut tidak bisa serta merta langsung tumbuh. Butuh waktu selama empat bulan baru rambut akan tumbuh.
“Tidak langsung tumbuh, butuh waktu 3 sampai empat bulan. Ada fase rontoknya dulu,” tegas dokter Dinar.
Disamping itu, setelah tindakan harus menjaga kondisi kulit kepala agar tidak ketombean dan kering. Oleh karenanya, setelah tindakan, pihaknya selalu mengedukasi pasien bagaimana cara merawat hingga shampo apa yang digunakan.
“Harus disiram pakai air infus supaya tidak kering. Kami ajari setelah penanaman rambut keramas menggunakan shampo bayi,” terangnya. [way/beq]






