Mojokerto (beritajatim.com) – Bencana longsor terjadi di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/3/2023). Material longsor yang disebabkan hujan deras tersebut menutup jalur wisata Kecamatan Pacet-Trawas.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat mengatakan, sekira pukul 16.00 WIB, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kecamatan Pacet dan sekitarnya.
BACA JUGA:
Tebing Setinggi 15 Meter di Pacet Mojokerto Longsor
“Sekita pukul 16.45 WIB, tebing yang berada di Jalan Raya Dusun Made, Desa Pacet dan Dusun Mlingi, Desa Claket, Kecamatan Pacet longsor. Di Dusun Made, Desa Pacet, tebing setinggi 6 meter dan lebar 5 meter longsor,” ungkapnya.

Akibatnya material longsor berupa tanah dan batuan dengan ketebalan sekitar 50 cm menutup sebagaian akses jalan. Sementara, di Dusun Mligi, Desa Claket terjadi akibat tebing sekitar 20 meter dan lebar 2 meter longsor tersebut juga menyebabkan sebagian akses jalan tertutup.
“Ketebalan material longsor sekitar 40 cm tersebut mengakibatkan akses jalan tertutup sebagian. Sekira pukul 17.30 WIB, dilaksanakan upaya pembersihan material longsor oleh petugas gabungan. Yakni relawan BPBD dibantu oleh masyarakat sekitar serta unsur TNI/Polri,” katanya.
BACA JUGA:
Longsor Mojokerto, Pembangunan TPT Diusulkan Tahun 2024
Sekira pukul 21.00 WIB, lanjut Kabid, akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan. Longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pacet dipengaruhi oleh kondisi kontur tanah pada tebing yang labil serta faktor tingginya curah hujan di wilayah Pacet.
“Dalam bencana longsor tersebut tidak ada korban jiwa namun menyebabkan kondisi arus lalu-lintas mengalami kemacetan. Namun skira pukul 21.00 WIB, akses jalan Pacet-Trawas sudah bisa dilakukan kendaraan,” jelasnya. [tin/suf]






