Surabaya (beritajatim.com) – Erick Thohir dan sang anak Magisha Thohir berkesempatan menjadi pembicara dalam talk show “Papaku Erick Thohir!” The Girl Fest 2023 Day 3, di Tunjungan Plaza 3 lantai 6, Surabaya, Minggu (24/9/2023).
Dalam kesempatan itu, Magisha Thohir dan Erick Thohir menceritakan tentang pendapat mereka satu sama lain. Salah satunya yakni terkait cara Menteri BUMN tersebut mendidik anak.
Magisha Thohir mengaku bahwa sang ayah tipe orang yang tegas. “Bukan yang marah sambari teriak-teriak dan sebagainya. Tapi Deddy seringnya kalau marah bilang ‘Jangan begitu’,” ujarnya.
Hal ini pun dibenarkan oleh Erick Thohir. Ia mengaku apabila sedang marah cenderung meninggikan kalimat pertama. Kemudian barulah memberi penjelasan. “Bukan poin marahnya, tapi proses menyampaikan maksudnya,” terang Erick.
Menurut Erick Thohir, keluarga merupakan pondasi utamanya dan dekat dengan anak-anak itu merupakan kewajiban.
BACA JUGA: Atasi Banjir Lamongan, Pemkab Bangun Kolam Retensi Drainase
Dalam sesi games, Magisha menjawab bahwa pencapaian terbesar sosok Erick Thohir ialah menjadi Presiden Inter Milan. Namun, berbeda dengan sang ayah, Erick justru menjawab bahwa menjadi seorang ayah merupakan pencapaian terbesarnya.
Terkait pertanyaan siapa yang lebih sensitif mendidik anak, Erick merasa bahwa sang istri lebih sensitif. Namun berbeda dengan jawaban Magisha, yang merasa ayahnyalah yang justru lebih sensitif.
Dari talkshow antara anak dan ayah tersebut, ternyata diketahui Magisha hingga saat ini belum meng-accept akun Instagram Erick. Menurut pengakuannya, bukan karena enggan. Melainkan karena merasa lebih privasi saja. Dirinya tidak mau tampak mencolok sebagai anak Erick Thohir.
Sedangkan sang ayah sebenarnya ingin di sela kesibukannya bekerja, ia bisa melihat aktivitas anaknya tersebut. “Sebagai ortu ingin melihat anak sedang apa? Apalagi kita sudah kerja jarang pulang ke rumah. Jadi kadang merasa perlu follow-follow-an di medsos,” jelas Erick. (fyi/nap)






