Mojokerto (Beritajatim.com) – Rasa takut untuk mengikuti vaksinasi penyakit virus corona (Covid-19) masih menjadi kendala bagi sebagian penyandang disabilitas atau difabel. Seperti yang terjadi saat Vaksin Merdeka Semeru yang digelar Polres Mojokerto, Selasa (10/8/2021).
Salah satu penyandang disabilitas terpaksa ditenangkan Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Mojokerto Iptu Edy Widoyono. Kanit Turjawali memang dikenal sebagai ahli hipnoterapi yang dimiliki oleh Polres Mojokerto.
Tampak Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono serta seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) membantu menenangkan agar tidak ketakutan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
Saat melakukan hipnoterapi, Kanit Turjawali memasukkan beberapa sugesti ke alam bawah sadar. Yakni agar tidak akan takut lagi dengan jarum suntik, Vaksinasi Merdeka penting untuk kesehatan serta menjadi pelopor protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.
Setelah dihipnoterapi, penyandang disabilitas ini tak lagi fobia jarum suntik. Ia nampak tenang mengikuti Vaksinasi Merdeka Semeru. Sementara tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menyuntikkan jarum suntik ke lengan bocah perempuan tersebut juga turun menenangkan.
Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Vaksinasi Merdeka Semeru yang digelar kali ini untuk kaum disabilitas dengan total 50 orang. “Ini rutin akan kita laksanakan setiap harinya dengan pertambahan jumlah vaksin yang diberikan dari Polri kepada kami untuk bisa membantu pemerintah dalam rangka percepatan proses kegiatan vaksinasi,” ungkapnya.
Kapolres meminta agar masyarakat yang belum melaksanakan vaksin agar datang ke sejumlah Gerai Vaksinasi yang disebar di wilayah hukum Polres Mojokerto. Yakni di 14 titik polsek jajaran di wilayah hukum Polres Mojokerto serta Gerai Vaksinasi yang ada di masing-masing Koramil di wilayah Kodim 0815 Mojokerto.
“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan melibatkan dari teman-teman tenaga kesehatan untuk bisa membantu dalam proses vaksinasi, sehingga harapan kami semuanya dengan jumlah dosis yang kami miliki bisa menjangkau dan juga memvaksin warga masyarakat Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Yakni untuk membentuk herd immunity dalam rangka melawan Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pihaknya juga berharap Kabupaten Mojokerto bisa menduduki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dibawah Level 4, Level 3 dan Level 2.
“Dan Insya Allah, kita bisa melawati situasi pandemi Covid-19 ini dengan kembali sehat. Untuk vaksin Polri, kami sudah melakukan penyuntikan sebanyak 23 ribu dosis yang terbagi 40 persen dosis kedua dan 60 persen masuk dalam dosis pertama. Ini kami masih menunggu, Insya Allah kamis datang kembali sebanyak 500 vial,” ujarnya.
Sebanyak 500 vial tersebut akan dibagi untuk jajaran polsek sebanyak 14 kecamatan dan ditempatkan di Gerai Vaksin TNI/Polri di wilayah Polres Mojokerto untuk menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 yang dinamakan Vaksin Merdeka Semeru tahun 2021. [tin]







