Bondowoso (beritajatim.com) — Menu selat Solo, kuliner khas Nusantara asal Jawa Tengah, sukses menjadi primadona dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan SPPG Badean 2 Bondowoso. Disajikan tanpa nasi, menu ini justru mendapat sambutan hangat dari ribuan siswa penerima manfaat.
Kepala SPPG Badean 2 Bondowoso, Yulia Linda Lestari, mengatakan selat Solo ala MBG disajikan sebagai menu basah tanpa nasi untuk memberikan variasi sekaligus menghindari kejenuhan konsumsi nasi setiap hari.
“Menu hari ini selat Solo ala MBG. Isinya potato wedges, rolade saus gelatin, buncis dan wortel rebus, tahu crispy, serta buah anggur. Ini menu basah tanpa nasi. Sudah dua kali kami sajikan menu tanpa nasi. Sebelumnya pernah mie ayam, tentu tetap sesuai standar gizi,” ujar Yulia, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, diversifikasi menu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG agar anak-anak tetap semangat makan, sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara yang sehat dan bergizi.
Respons siswa pun di luar perkiraan. Banyak anak menuliskan pesan spontan di kertas yang diselipkan dalam ompreng makan. Isinya penuh pujian dan harapan agar menu serupa disajikan lebih sering.
Beberapa pesan siswa di antaranya berbunyi, “Terima kasih ya. Kayak gini seminggu sekali nggak apa-apa. Mau setiap hari juga nggak apa-apa,” serta “Makasih, makanannya enak banget. Apalagi kentangnya.” Ada pula yang menulis singkat namun penuh antusias, “MANTAP. Sering kayak gini, mas.”
Yulia menyebutkan, jumlah penerima manfaat MBG di SPPG Badean 2 Bondowoso saat ini mencapai 3.593 siswa yang tersebar di 10 sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
“Respons positif ini menjadi penyemangat bagi kami. Ke depan kami akan lebih semangat lagi meragamkan menu MBG, tetap bergizi, sesuai standar, dan tentu disukai anak-anak,” pungkasnya.
Program MBG diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menanamkan kebiasaan makan sehat serta mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara sejak usia dini. [awi/aje]






