Bangkalan (beritajatim.com) – Pasar Palawija di Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan telah rampung dibangun. Meski begitu, hingga kini bangunan baru tersebut belum dioperasikan. Hal itu membuat para pedagang mendesak pemerintah setempat agar pasar bisa segera ditempati.
Zaini, salah satu pedagang pasar Tanah Merah mengaku sudah menunggu terlalu lama untuk pengoperasian pasar itu. Pasalnya pembangunan pasar tersebut telah selesai sejak akhir 2021 kemarin.
“Kalau sudah rampung harusnya bisa segera ditempati. Apalagi saat ini musim hujan. Jika bangunan baru bisa ditempati akan lebih memudahkan penjual dan pembeli,” terangnya, Kamis (6/1/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pasar”]
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Pasar Dinas Perdagangan Bangkalan, Ciptaning mengatakan, akan segera mengoperasikan pasar palawija tersebut. Namun, saat ini pihaknya sedang fokus untuk pembukaan pasar di Galis. “Rencananya dalam waktu dekat namun kami masih disibukkan dengan yang Galis,” tuturnya.
Selain itu pengoperasian pasar palawija nantinya akan terlebih dahulu difokuskan pada pedagang yang sebelumnya telah memiliki lapak. Sehingga tak ada penambahan pedagang baru. “Makanya nanti kami juga akan bekerjasama dengan tokoh setempat agar tidak terjadi perselisihan di lapangan jika ada pedagang baru yang masuk. Saat ini kami sediakan untuk pedagang yang memang memiliki lapak sebelumnya,” ucapnya.
Diketahui, pembangunan pasar palawija tersebut menelan anggaran sebanyak Rp 24 miliar dengan tahap pengerjaan dua kali. Yakni sebanyak Rp 19 miliar di tahap awal dan dilanjutkan Rp 5 miliar di tahap kedua.[sar/kun]






