Surabaya (beritajatim.com) – Tak ingin mengulang kesalahan di musim depan 2024/2025, Persebaya Surabaya akan lebih teliti dalam memilih pemain asing yang memiliki rekam medis kurang baik. Karena akan menjadi tidak maksimal di kompetisi musim depan.
Seperti yang terjadi pada Song IU-Yong pemain Korea Selatan yang berwarganegara Singapore ini harus memutus kontrak dengan Persebaya Surabaya di sisa delapan pertandingan karena cedera.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi mengatakan, dinamika tim Bajul Ijo untuk musim 2023/2024 ini sedikit luar biasa dibanding dengan musim sebelumnya.
Kondisi saat ini menjadi catatan bagi manajemen dan tim untuk memilih pemain atau melakukan perburuan pemain. Pihaknya harus lebih berhati-hati. “Dinamika Persebaya tahun ini sedikit luar biasa dibanding musim sebelumnya dan itu menjadi banyak catatan pelajaran bagi kami. Mangkanya terkait perburuan pemain apakah itu lokal atau asing kami harus hati-hati,” ujar Candra.
Manajemen tak menyangka cedera yang dialami Song cukup merugikan tim karena hingga beberapa bulan tak kunjung membaik.
Sontak manajemen harus memikirkan langkah kedepan untuk menyelesaikan jalan akhir. Yakni memutus kontrak meskipun konsekuensinya dalam delapan laga berikutnya pertahanan lini tengah akan berubah karena tak ada Song.
“Yang terjadi pada Song sebenarnya kan jujur kami tidak memprediksi di awal. Tetapi Alhamdulillah ada solusi terbaik. Kami dan dia bersepakat mengakhiri kontrak dan itu bisa jadi solusi,” imbuh pria yang kerap disapa Pak Ca ini.
Maka dengan jeda peralihan kompetisi yang tidak terlalu panjang, manajemen sudah mulai bergerilnya untuk mencari siapa yang pantas menjadi pemain asing atau lokal di musim depan.
Bahkan manajemen akan memperketat tes medical untuk mengantisipasi kejadian sebelumnya terutama pemain asing.
“Kami harus hati-hati dulu, terkait pemain asing baru juga medical testnya harus lebih detail. Ini untuk memastikan kondisinya baik hingga akhir musim. Meskipun kami tidak bisa memprediksi di tengah perjalanan kadang juga ada dinamika dan sebagainya,” tutup Pak Ca. [way/suf]






