Sumenep (beritajatim.com) – Pemkab Sumenep melakukan asesmen dampak gempa di Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Sepudi. Pada Kamis (02/10/2025), tim gabungan dari Pemkab turun langsung ke lokasi terdampak gempa.
“Kami ingin ada penanganan maksimal pada para korban gempa. Karena itu, penting untuk dilakukan asesmen, agar pemberian bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Tim gabungan itu mendata kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga sarana pendidikan dan ibadah yang terdampak gempa. Selain itu, mendata korban terdampak, baik yang mengalami luka-luka maupun yang harus mengungsi karena rumahnya tidak lagi layak huni.
“Kami tidak ingin ada masyarakat yang terabaikan, sehingga seluruh tim bekerja maksimal untuk memastikan hasil asesmen menjadi dasar bagi langkah pemulihan jangka menengah dan panjang,” terang Bupati.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menyampaikan bahwa asesmen dilakukan untuk menghimpun data akurat kerusakan dan jumlah korban benar-benar terverifikasi dengan baik.
“Setelah asesmen selesai dilakukan, selanjutnya akan ada program perbaikan rumah warga yang terdampak. Dinas PUTR yang akan melakukan perbaikan bersama TNI dan Polri,” ungkapnya.
Gempa bumi magnitudo 6,5 mengguncang Sumenep pada Selasa (30/09/2025) jam 23.49 WIB. Berdasarkan rilis Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 7.25 lintang selatan,114.22 bujur timur, dengan episenter gempa berada di laut 50 kilometer tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep di kedalaman 11 kilometer.
Jenis gempa bumi yang terjadi di Sumenep adalah gempa tektonik, yakni gempa dangkal yang disebabkan adanya aktivitas sesar aktif bawah laut. Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami.
Wilayah yang paling banyak terdampak gempa adalah Kecamatan Gayam Pulau Sepudi. Bangunan yang rusak tercatat sebanyak 297, terdiri dari rumah 279, masjid 10, mushalla 3, sekolah 2 (SDN dan MTs), Puskesmas 1, Polindes 1, dan Toko 1.
Sedangkan di Kecamatan Nonggunong Pulau Sepudi, tercatat ada 18 bangunan yang rusak. Kemudian di Kecamatan/ Pulau Talango tercatat ada 1 rumah di Desa Gapurana yang rusak akibat gempa. (tem/ian)






