Sampang (beritajatim.com) – Proyek pembangunan jembatan di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menuai keluhan dari warga. Pasalnya, tidak tersedia fasilitas alternatif bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut, terutama pelajar dan pengendara roda dua.
Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung utama itu kini tak bisa dilalui akibat proses konstruksi yang sedang berjalan. Warga berharap pemerintah menyediakan jembatan sementara agar aktivitas harian tidak terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang harus tetap berangkat setiap pagi.
“Dengan demikian, warga desa dapat tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh pembangunan jembatan tersebut,” ujar Jubri, warga setempat, Senin (21/7/2025).
Kepala tukang dari proyek tersebut mengaku pihaknya sedang mengupayakan solusi untuk pejalan kaki, namun belum ada kepastian bagi kendaraan roda dua. “Untuk sementara waktu kami akan buatkan, tapi untuk pejalan kaki. Untuk roda dua kami masih usahakan,” katanya, enggan disebutkan namanya.
Diketahui, pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh CV Al-quct dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,186 miliar. Proyek ini menggunakan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Warga berharap proses pembangunan dapat tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Minimnya akses selama proyek berlangsung dikhawatirkan akan berdampak pada kegiatan ekonomi dan pendidikan warga. [sar/beq]






