Bangkalan (beritajatim.com) – Anggaran pengendalian virus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak di tahun 2024 ini nihil. Akibatnya, peternak harus membiayai pengobatan hewan ternak secara mandiri.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Ali Makki mengatakan, di tahun 2024 pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk pengendalian virus PMK.
“Biaya perawatan ternak yang terkena PMK ditanggung mandiri karena memang tidak ada alokasi anggaran untuk itu, baik di pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah semua tidak ada,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).
Ia berharap, masyarakat bisa selektif sebelum membeli sapi. Seperti melihat kondisi fisik sapi mulai dari kuku hingga mulutnya. Sehingga, ternak yang dibeli dalam kondisi sehat. “Ciri fisiknya bisa dilihat. Jangan pilih sapi yang mulutnya berbusa dan kuku atau kakinya terdapat luka,” ombuhnya.
Ali Makki menyebutkan, dalam dua bulan terkahir terdapat belasan sapi yang terjangkit PMK. Namun, ia menduga sapi-sapi itu berasal dari luar daerah Bangkalan. Sebab, seluruh sapi yang ada di Bangkalan dipastikan telah terbebas dari PMK.
“Beberapa sapi yang kena PMK itu asalnya dari luar Bangkalan dan beberapa itu di beli di pasar hewan dan tidak jelas tempat asalnya. Kalau di Bangkalan sendiri virus PMK sudah bisa dikendalikan dan tidak ada sapi asli Bangkalan yang terpapar PMK,” pungkasnya. [sar/suf]






