Ponorogo (beritajatim.com) – Setidaknya bakal ada 70 sumur dalam yang akan dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo pada tahun 2023 ini. Sumur dalam yang akan dibangun ini, tentu untuk peningkatan sarana dan prasarana pertanian di bumi reog. Dengan adanya sumur dalam ini, tentu akan memudahkan para petani untuk melakukan irigasi sawahnya. Dengan irigasi yang mencukupi, diharapkan petani bisa meningkatkan produksi hasil pertaniannya.
“Tahun 2023 ini, kita menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan 70 sumur dalam,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo Masun, Senin (13/03/2023).
Masun mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan PLN Ponorogo. Koordinasi dilakukan untuk mengecek lapangan, apakah titik sumur dalam yang akan dibangun tersebut, tersedia sumber listriknya.
“Kemudian sebulan kemudian bisa memulai dilakukan untuk pengecekan potensi air yang akan keluar,” kata Masun.
Titik-titik lokasi yang akan dibangun sumur dalam ini, kata Masun diusulkan saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Namun, dirinya menggarisbawahi usulan titik sumur dalam itu bisa bergeser, jika lokasinya itu tidak ada daya listrik. Selain itu, bisa bergeser jika topografi wilayahnya yang tidak memungkinkan. Misalnya berada di lereng-lereng gunung.
“Usulan-usulan dalam musrembang itu bisa saja tidak bisa terakomodir. Itu bisa terjadi jika tidak ada power atau daya listrik. Selain itu juga topografi wilayahnya tidak memungkinkan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ponorogo”]
Dalam rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), hingga tahun 2024 nanti, Pemkab Ponorogo akan membangun hingga 250 unit sumur dalam. Dimana jumlah itu sudah dibagi dari tahun 2021 lalu. Tahun 2021 lalu ada 25 sumur dalam yang dibangun. Kemudian, tahun 2022 ada 90 sumur dalam, tahun 2023 ada 70 sumur dalam.
“Tahun 2024 nanti, rencananya akan dibangun sebanyak 60 sumur dalam,” pungkas Masun. [end/but]






