Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan mengenai pembangunan pintu perlintasan dan Pos Jaga Kereta Api di daerahnya. Menurutnya, tahun ini, Banyuwangi mendapatkan bantuan pembangunan pos jaga dan pintu palang KA dari Pempov Jatim untuk tiga titik lokasi perlintasan sebidang di jalan Kabupaten.
Sementara, kata Ipuk, tahun depan juga akan mendapat bantuan dari Kementrian Perhubungan untuk pembangunan fasilitas yang sama di tiga lokasi lainnya.
Ipuk menyebut Pemkab Banyuwangi terus berupaya melengkapi fasilitas keamanan semua perlintasan sebidang yang ada di Banyuwangi.
“Kami akan terus melakukan melengkapi semua perlintasan KA, termasuk juga memberdayakan sukarelawan keamanan untuk menjaga perlintasan,” ungkapnya.
Sepanjang tahun lalu, Pemerintah Banyuwangi juga memiliki inisiatif menempatkan relawan penjaga perlintasan kereta api (KA) yang tidak berpalang pintu.
Puluhan relawan direkrut untuk membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut.
“Ini ikhtiar untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Saat masa libur hari besar pastinya arus lalu lintas semakin padat, maka upaya pengamanan juga harus kita tingkatkan. Termasuk di titik-titik rawan seperti perlintasan KA tanpa palang pintu yang memang sangat beresiko terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan pintu perlintasan sebidang kereta api dan pos jaga jalur perlintasan langsung (JPL) menjadi sarana penting keselamatan pengguna moda transportasi darat. bagian dari akuntabilitas pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan keselamatan dan keamanan bagi pengendara lalu lintas.
“Pintu perlintasan dan pos jaga kereta api ini adalah ikhtiar memberi keselamatan dan keamanan pengguna jalan,” ujar Gubernur Khofifah.
Di Banyuwangi, salah satu pintu perlintasan sebidang kereta api dan pos jaga jalur perlintasan langsung (JPL) 79 itu berada di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, kini resmi beroperasi. Kondisi itu sekaligus menjawab pertanyaan kapan sarana tersebut akan beroperasi, mengingat momen menjelang natal dan tahun baru. (rin/ian)






