Surabaya (beritajatim.com) – Tahun Baru Imlek merupakan momen untuk berkumpul bersama kerabat sekaligus saling berbagi. Tradisi memberi bingkisan, hampers atau angpau sudah umum dilakukan pada perayaan Imlek.
Saling berbagi menjadi bentuk afeksi terhadap kerabat. Namun, dalam tradisi China, ada beberapa etika yang patut diperhatikan dalam hal memberi hadiah Imlek. Berikut ini beberapa tips terkait etika ini.
Pilih bingkisan dengan warna yang tepat
Ketika memberikan hadiah Imlek, pertimbangkan warna hadiah, termasuk juga kertas pembungkus hadiah. Pilihan paling baik adalah merah, kuning, dan emas karena ketiganya melambangkan kekayaan serta kemakmuran. Sehingga orang yang mendapat bingkisan akan merasa itu sebagai hal baik.
Berikan hadiah Imlek atau angpau dalam jumlah atau dengan angka yang sesuai
Angka-angka dalam tradisi China memiliki simbol sebagai hal yang berbeda-beda. Jangan memberi uang yang pada nilainya terdapat angka empat, misalnya Rp 140 ribu atau benda yang berjumlah empat.
Sebab hal itu sebagai pelafalan angka empat dalam bahasa Mandarin (si) sangat dekat dengan kata lain yang berarti kematian. Jadi harus dihindari memberikan barang atau angpau yang mengandung unsur atau angka empat.
Selalu gunakan kedua tangan saat menyerahkan atau menerima bingkisan
Memberikan atau menerima bingkisan Imlek dengan kedua tangan merupakan salah satu etika penting yang menunjukkan rasa hormat. Penggunaan tangan juga sebagai bentuk apresiasi kepada pemberi atau penerima dari bingkisan tersebut.
Pastikan uang di dalam angpau masih baru dan tidak lusuh
Memberi uang yang lusuh dalam angpau akan dianggap tidak menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang diberi angpau. Sebaiknya, sebelum angpau diserahkan pada orang lain, cek kembali uang yang dimasukkan. Jika uang lusuh lebih baik diganti dengan uang yang masih baru.
Berikan bingkisan Imlek pada anggota keluarga yang lebih senior terlebih dulu
Memberi bingkisan atau hampers imlek sebaiknya dimulai dari yang paling senior dulu. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang sudah lebih senior.
Perhatikan beberapa etika dalam memberi hampers atau bingkisan itu, agar tidak dianggap kurang sopan atau kurang layak di pandangan orang lain. (dan/ian)






