Gresik (beritajatim.com) – Selama tahun 2022, angka kriminalitas di wilayah Polres Gresik mengalami peningkatan. Khususnya kejahatan jalanan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Hal ini terungkap saat rilis akhir tahun yang digelar di Mapolres Gresik.
Sepanjang tahun 2022, angka kriminalitas ada 1.728 laporan. Dari jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun 2021. Dimana angka kriminalitas tercatat 1.135 laporan. “Kenaikannya 704 kasus dibanding tahun 2021,” ujar Kapolres Gresik AKBP M.Nur Aziz, Jumat (30/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-gresik”]
Perwira menengah Polri itu menambahkan, dari jumlah angka kriminalitas itu. Didominasi kasus kejahatan jalanan. Baik itu kasus curat, curas, curanmor, maupun penyalahgunaan narkoba. Dengan total jumlah mencapai 407 laporan. “Dari jumlah itu semua, prosentase penyelesaian kasus sudah mencapai 95 persen. Kemudian dilakukan tahapan selanjutnya di tingkat kejaksaan maupun pengadilan,” kata M.Nur Aziz.
Alumnus Akpol 2002 itu menegaskan, meningkatnya angka kriminalitas tentu menjadi catatan bagi seluruh jajarannya. Yakni dengan meningkatkan patroli dan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Terkait dengan ini kami tetap mengedepankan langkah preventif. Khususnya pada wilayah rawan kejahatan maupun konflik sosial,” ungkapnya.
Saat ditanya pengamanan menjelang pergantian tahun. Dijelaskan M.Nur Aziz, pihaknya sudah menyiapkan personel gabungan baik itu dari unsur Polri, TNI, Dinas Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub). “Untuk pengamanan itu kami mengerahkan 500 personel lebih standby di pos pengamanan serta pos pelayanan masyarakat,” pungkasnya. [dny/kun]






