Kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali ke tangan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman tepat pada Sabtu (23/11/2024) tengah malam.
KUMPULAN BERITA Pilkada Jember 2024
Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati petahana nomor urut 1, bertemu dengan 15 orang perwakilan umat Hindu dari beberapa kecamatan, di Desa Pondokwaluh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Kamis (21/11/2024) sore.
Pasangan calon nomor urut 1, Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, kompak menghadiri acara deklarasi kesepakatan damai di Markas Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Kamis (21/11/2024) malam. Sementara itu, Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, tidak didampingi sekondannya Djoko Susanto.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan delapan langkah untuk menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini.
Merasa menjadi korban persekusi, terutama di media sosial, seorang pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) melaporkan sepuluh orang dan tiga akun Facebook yang terindikasi pendukung calon bupati nomor urut 2, Muhammad Fawait, ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur.
Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, meminta masyarakat untuk memandang pemilihan kepala daerah sebagai pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan suka cita.
Potensi Kecamatan Puger menjadi perhatian Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman saat memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur,sebagai bupati dan wakil bupati pada periode berikutnya.
Abdul Muqit Arief, mantan wakil bupati Jember yang akrab disapa Kiai Muqit, mendeklarasikan dukungan untuk pasangan nomor urut 1, Hendy Siswanto-Muhammad Bakya Firjaun Barlaman, dalam acara Wayahe Fest 1, di GOR PKPSO, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (17/11/2024).
Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, menyatakan dalam debat pasangan calon, Sabtu (9/11/2024) malam, bahwa Hadi Sasmito adalah sekretaris daerah pertama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berstatus tersangka.
Robohnya pagar Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada saat aksi unjuk rasa, 13 November 2024, memantik pertanyaan anggota Panitia Khusus Pemilihan Kepala Daerah (Pansus Pilkada) terhadap standar pengamanan kepolisian.









