Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengeluarkan kriteria calon kepala daerah sadar HAM. Publik juga perlu mencermati rekam jejak calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah.
KUMPULAN BERITA Pilkada Jember 2024
Pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto resmi menerima dokumen Model B.Persetujuan.Parpol.KWK dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Minggu (18/8/2024), untuk pencalonan bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bakal calon bupati Muhammad Fawait meyakini koalisi tujuh partai parlemen pendukungnya tetap solid hingga hari pendaftaran. Ia menyebut koalisi itu Koalisi Cinta atau Koalsi Jember Maju.
Kampanye untuk mencoblos kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai muncul di media sosial. Pilkada Jember memang berpotensi diikuti calon tunggal, yakni pasangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto, karena tujuh partai parlemen sudah merekomendasikan.
Ada satu kursi kosong dalam pertemuan silaturahmi antara bakal calon bupati dan wakil bupati Muhammad Fawait-Djoko Susanto dengan pimpinan-pimpinan partai, di Restoran Taman Mangli Indah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2024) malam.
Kendati tidak punya kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdasarkan hasil pemilihan umum tahun ini, Partai Demokrat dan Partai Solidaritas Indonesia kompak mendukung duet politisi Gerindra Muhammad Fawait dan mantan kepala Badan Pertanahan Nasional Djoko Susanto.
Politisi Gerindra Muhammad Fawait yang berpasangan dengan mantan kepala Badan Pertanahan Nasional Djoko Susanto akan menghadapi kotak kosong, dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 27 November 2024.
Komisi Pemilihan Umum menargetkan partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencapai 80 persen. Namun bagaimana jika ternyata dalam pemilihan kepala daerah hanya muncul calon tunggal melawan kotak kosong?
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyasar sekolah untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah tahun ini. Bakesbang tak ingin partisipasi pilkada di Jember lebih rendah daripada pemilu legislatit dan presiden.
Jumlah pemilih dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berkurang 14.421 orang dibandingkan jumlah pemilih dalam pemilihan umum legislatif dan presiden. Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pun berkurang separuh.









