Petani tembakau di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, terpaksa memanen lebih awal pada Jumat pagi (04/10/2024).
KUMPULAN BERITA Petani Tembakau
Diguyur hujan sekali, sejumlah petani tembakau mengaku khawatir jika hujan kembali terjadi. Sebab, jika tanaman tembakau yang masih berada di ladang dan terkena air hujan, bisa mempengaruhi aroma tembakau hingga mengancam pada kwalitas serta harga tembakau semakin murah.
Surabaya (beritajatim.com) – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur kembali meradang. Industri rokok seakan tak hentinya memanas akibat kebijakan…
Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 200 kelompok petani (poktan) tembakau menerima bantuan alat pertanian dari Pemerintah Kabupaten Blitar. Bantuan alat pertanian…
Petani tembakau di Kabupaten Bondowoso mulai memasuki masa panen pertengahan tahun ini. Tetapi, mereka khawatir cuaca berubah secara ekstrem.
Pemkab Lumajang salurkan pupuk ZA sebanyak 4100 sak untuk petani tembakau. Hasil itu diperoleh melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Selasa (16/7/2024)
Musim kemarau tiba, ditandai dengan intensitas hujan yang mulai berkurang. Memasuki musim tersebut, petani di Kabupaten Sampang bersiap untuk menanam tembakau.
Ada lima kecamatan di Magetan yang menghasilkan tembakau. Yakni Panekan, Sidorejo, Plaosan, Poncol, dan Parang. Hampir semua petani menanaminya tembakau mliwis.
Mayoritas petani tembakau di wilayah Kecamatan Poncol saat ini beralih jadi petani sayur. Ada beberapa alasan petani memilih menanam sayur ketimbang tembakau.
Pemprov Jatim menyampaikan komitmen sekaligus mendorong kesejahteraan bagi para petani tembakau, tidak terkecuali di Madura.









