Magetan (beritajatim.com) – Ada lima kecamatan di Magetan yang menghasilkan tembakau. Yakni Panekan, Sidorejo, Plaosan, Poncol, dan Parang. Nyaris semua petani menanaminya dengan tembakau mliwis, ada pula yang menanam tembakau andong. Namun, yang paling beda adalah Kecamatan Parang yang menanam tembakau jenis rejeb.
Tak hanya jenis tembakau yang paling beda, petani tembakau di wilayah Kecamatan Parang juga memilih menjual tembakau rejeb kering yang sudah dirajang. Harganya pun bisa sampai Rp325.000 per kilogram.
Total luasan lahan perkebunan tembakau di wilayah Parang mencapai 53 hektar. Semuanya menghasilkan, dengan total produksi 31,8 ton, produktivitasnya 600 kg per hektar. Total petani tembakau di wilayah Parang mencapai 513 dengan 46 orang butuh tani tembakau.
“Sejak dulu memang tembakau rejeb ini dijual dalam bentuk sudah dirajang kering ya. Kalau di daerah kecamatan yang lain, baru sebagian saja yang dirajang,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Uswatul Chanasah, Jumat (21/7/2023).
Ana, sapaan akrab Uswatul Chasanah, menjelaskan jika di daerah Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magetan sebagain sudah ada yang merajang. Namun, tak bisa maksimal karena luasan lahan. Untuk wilayah Sidorejo saja sudah mencapai 97 hektar dan menghasilkan 61,1 ton. Produktivitasnya 630 kg per hektar.
“Luasan lahannya besar ya, sehingga petani tak akan sempat merajang sendiri. Sehingga, mayoritas dikirim ke Temanggung. Sebagain dirajang dan dikeringkan di sini, pembelinya lokalan,” katanya.
Sementara, untuk petani di Parang memang sudah sejak dulu membudidayakan tembakau berikut diolah kering rajang dan baru dijual. Total lahan yang ditanami tembakau juga tak seluas Sidorejo. Sehingga, petani masih memiliki kesempatan untuk mengolah tembakau yang dipanen.
“Selain harganya yang memiliki ekonomi tinggi tembakau Rejeb 3 dan 4 juga telah ditetapkan dan mendapatkan sertifikat sebagai tembakau unggul Nasional. Sedangkan Andong Kuning menjadi unggulan tembakau di Sidomulyo sebagai tembakau pegunungan yang langsung dikirim ke Temanggung Jawa Tengah,” pungkasnya. [fiq/kun]
BACA JUGA:






