Persela Lamongan harus menjalani musim tanpa suporter di Stadion Surajaya akibat sanksi federasi. Bagaimana dampaknya bagi klub dan atmosfer pertandingan?
KUMPULAN BERITA Persela Lamongan
Lamongan (beritajatim.com) – Musim depan, Persela Lamongan dipastikan menjalani laga kandang tanpa dukungan suporter, selama satu musim penuh.
Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persela Lamongan akibat kerusuhan suporter. Panpel Persela akan mengajukan banding untuk meringankan hukuman.
Persela Lamongan meliburkan pemainnya usai terhenti di babak 8 besar Liga 2. Laskar Joko Tingkir menutup musim tanpa kemenangan dan dihantui insiden kerusuhan suporter.
Imbas kerusuhan tersebut, hasilnya sekitar 70 hingga 75 persen kaca banyak yang pecah. Kemudian, kusen dan pagar pembatas tribun penonton rusak, bahkan rumput lapangan juga rusak parah sekitar 150 meter persegi.
Persela Lamongan harus mengubur harapan menuju babak play off promosi ke Liga 1, setelah melewati babak 8 besar tanpa sekalipun kemenangan.
Manajemen Persela Lamongan siap bertanggung jawab atas kerusakan di Stadion Tuban Sport Centre (TSC) usai kericuhan suporter akibat kegagalan promosi ke Liga 1.
Persela Lamongan mengambil keputusan mengejutkan dengan menepikan Simon McMenemy menjelang laga krusial melawan Persijap Jepara.
Pelatih Persela Lamongan, Zulkifli Syukur, menegaskan tiga aspek non-teknis yang harus dimiliki pemain untuk menang melawan Persijap Jepara.
Lamongan – Bhayangkara FC secara tidak langsung turut membantu menghidupkan kembali asa Persela Lamongan untuk meraih tiket promosi ke Liga 1.









