Tahun ajaran baru 2024/2025, tak selalu membuat pengrajin tas sumringah lantaran kebanjiran order. Seperti yang dialami salah satu pengrajin tas di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto
TERKINI
- Cetak Pelatih Bersertifikasi, Unesa Gandeng Jawa Power dan YTL Gelar Lisensi D di Probolinggo
- Hujan 1.000 Balon Warnai Perayaan Satu Dekade Sunrise Mall Mojokerto
- Viral Keluhan Beras Bantuan Mirip Pakan Ternak, Bulog Janji Ganti Stok
- Bapenda Jember Jatuhkan Denda kepada 9 PPAT dan 2 Camat
- Fashionology 2026, Mahasiswa Universitas Ciputra Ubah Limbah Jadi Karya Busana
- Operasional Sekolah Rakyat di Kota Blitar Menanti Lampu Hijau dari Pusat
- Pekerja Ekonomi Gig Belum Terima Pelindungan yang Cukup
- Pecundang Perang Dunia 1945, Pemenang Piala Dunia 1954
![Momen Tahun Ajaran Baru, Pengrajin Tas Mojokerto Malah Keluhkan Turun Omzet 40 Persen Salah satu pengrajin tas, Rizvian Miftakhudin (32) saat mengecek langsung proses pembuatan tas miliknya. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240716-WA0004-450x338.jpg)