Tahun ajaran baru 2024/2025, tak selalu membuat pengrajin tas sumringah lantaran kebanjiran order. Seperti yang dialami salah satu pengrajin tas di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto
TERKINI
- Mahasiswa Bisnis Digital ISTTS Kembangkan Aplikasi Vibe Coding
- Hari Anak Nasional 2026, DPRD Jatim Soroti Kekerasan hingga Kesenjangan Hak Anak
- UM Hadirkan EV Charger 11 kW, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik dan Energi Hijau
- Satlantas Polres Magetan Raih Penghargaan Polda Jatim, Tuntaskan 355 Perkara Kecelakaan
- 311 Guru PAI di Jombang Ikuti Workshop Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Kompetensi Pembelajaran
- Lumajang Musnahkan 3.000 Botol Miras Ilegal, Bupati Beri Peringatan kepada Pedagang Nakal
- Anggota DPRD Pasuruan Eko Suryono Pasang Badan Dampingi Warga Lekok
- BPOM Jember Latih Kader Pengawas MBG di Sekolah dan Posyandu
![Momen Tahun Ajaran Baru, Pengrajin Tas Mojokerto Malah Keluhkan Turun Omzet 40 Persen Salah satu pengrajin tas, Rizvian Miftakhudin (32) saat mengecek langsung proses pembuatan tas miliknya. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240716-WA0004-450x338.jpg)