Surat tugas berkop PDI Perjuangan yang mencantumkan dua nama bakal calon bupati Jember, Jawa Timur, yakni Hendy Siswanto dan Muhammad Fawait beredar di media massa.
KUMPULAN BERITA pdip jember
Agus Hadi Santoso, politisi mantan anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, yakin, Megawati Sukarnoputri dan PDI Perjuangan tidak akan membiarkan pemilihan kepala daerah di sana hanya menghadirkan calon bupati tunggal melawan kotak kosong.
Diam-diam menjelang lengser dari jabatan bupati, Hendy Siswanto mengabulkan permohonan hibah kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Surat persetujuan pelepasan aset sudah dikirimkan ke DPRD Jember untuk dibahas per tanggal 13 Mei 2024. Bola ada di parlemen.
Saat ini PDI Perjuangan belum menentukan bakal calon bupati yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Partai ini diharapkan tetap menjaga marwah sebagai penjaga demokrasi di Indonesia dengan mencegah calon tunggal dalam pilkada di Jember.
Agus Hadi Santoso, politisi PDI Perjuangan dan mantan anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan bahaya yang mengancam demokrasi, jika hanya ada calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan Bupati Hendy Siswanto tentang situasi geopolitik global, dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2025-2045.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai sebutan kultur Pandalungan bukan hanya milik Jember. Perlu ada kajian kesejarahan masyarakat dalam penyusunan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Jember 2025-2045 sebagai penguat.
Rencana pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada rentang 2025-2045 terbagi dalam empat tahap. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mengkritik empat tahap dalam rancangan peraturan daerah (raperda) yang dibuat pemerintah daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik. persentase penduduk miskin di Kabupaten Jember meningkat dari 9,39 persen pada Maret 2022 menjadi 9,51 persen pada Maret 2023. Namun tingkat kesenjangan ekonomi di Jember lebih rendah daripada rata-rata Jawa Timur.
Problem dunia pendidikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak hanya gedung sekolah yang rusak. Masalah anak tidak sekolah juga menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian.









