Arema FC berusaha memperbaiki diri setelah dikalahkan Persebaya Surabaya di pekan ke-13 Liga 1. Tim berjuluk Singo Edan itu ingin terus lebih baik dan keluar dari zona degradasi
KUMPULAN BERITA liga 1
Surabaya (beritajatim.com) – Kehadiran mantan pelatih Persebaya Surabaya Divaldo Alves memberi dampak apik untuk Persita Tangerang. Tim berjuluk Pendekar Cisadane…
Surabaya (beritajatim.com) – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendukung langkah manajemen Madura United untuk menyeret oknum suporet pelaku kekerasan terhadap…
Kemenangan Persik Kediri atas Persikabo 1973 dengan skor 3-2 di pekan ke-13 Liga 1 musim 2023/2024, begitu emosional dan jadi momentum kebangkitan.
Manajemen Madura United FC melakukan protes resmi atas insiden tidak mengenakkan yang menimpa Media Officer Tim, Ferdiansyah Alifurrahman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (24/9/2/2023) malam.
Nasib Persebaya Surabaya terkatung di homebase dan terancam jadi tim nomaden. Pertandingan melawan Arema FC menjadi laga terakhir Persebaya di GBT.
Insiden tidak mengenakkan yang menimpa Media Officer Madura United FC, Ferdiansyah Alifurrahman berawal saat sekelompok oknum tidak ber ID Card masuk ke area steril di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (24/9/2/2023) malam.
Arema FC menjadi satu-satunya tim asal Jawa Timur (Jatim) yang tumbang di pekan ke-13 Liga 1 musim ini. Sedangkan Persebaya dan Persik menang.
Penunjukan Aji Santoso sebagai pelatih Persikabo 1973 belum memberikan dampak apapun untuk tim tersebut. Bahkan, Persikabo 1973 kini di zona degradasi.
Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSS Sleman meminta maaf usai insiden kekerasan terhadap media officer Madura United pada Minggu (24/9/2023) sore. Mereka







