Fenomena kemarau basah yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meningkatkan sejumlah risiko bencana hidrometeorologi.
KUMPULAN BERITA kemarau basah
Sekitar 500 hektare lahan tembakau di Ngawi gagal panen akibat kemarau basah dan banjir waduk. Petani berharap cuaca kering untuk menyelamatkan panen tersisa.
Kemarau basah di Lumajang paksa petani tembakau panen dini, banyak tanaman rusak dan kerugian ditaksir hingga Rp50 juta.
Harga tembakau rajang kering di Bojonegoro tiba-tiba merosot tajam setelah beberapa kali terjadi hujan deras pada pertengahan Agustus lalu
Harapan petani tembakau di Bojonegoro kembali pupus. Musim kemarau yang seharusnya menjadi waktu emas menanam tembakau, justru berubah jadi kemarau basah
Harga tembakau basah di Magetan anjlok lebih dari 50 persen akibat kemarau basah dan hujan, membuat petani merugi di musim panen 2025.
Harga tembakau di Sampang anjlok hingga 50 persen akibat kemarau basah. Petani merugi puluhan juta dan kualitas panen tembakau rusak parah.
Meski ada kabar baik soal surplus beras dan kebangkitan sektor pertanian nasional, Indonesia kini menghadapi tantangan baru: kemarau basah. Fenomena cuaca yang tak biasa ini memicu kekhawatiran para petani dan pakar pertanian karena bisa berdampak serius terhadap produksi pangan.
Kerap turunnya hujan saat musim kemarau di Kabupaten Bondowoso berpengaruh pada pertanian tembakau. Musim kemarau basah membuat petani setempat merugi.
Hujan yang masih turun di musim kemarau, mengutungkan bagi para petani. Terbukti petani di Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, bisa menanam padi untuk ketiga kalinya.









