Korban tenggelam di Sungai Jepang, Bojonegoro, ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian. Jenazah dievakuasi tim SAR dan dibawa ke RSUD Padangan.
KUMPULAN BERITA BPBD Bojonegoro
Proses pencarian korban hilang yang diduga terseret arus Sungai Jepang di Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, memasuki hari ketiga.
Tim SAR Gabungan Bojonegoro melanjutkan operasi pencarian pada hari kedua untuk menemukan warga yang diduga hanyut di Sungai Jepang, Kabupaten Bojonegoro.
Banjir luapan sungai Bengawan Solo yang sempat merendam sedikitnya 7 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro berangsur surut.
Seorang warga RT 001 RW 005 Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dilaporkan hilang diduga terseret arus Sungai Jepang.
Hal ini dipicu oleh tingginya curah hujan lokal dan limpahan air dari wilayah hulu. Pada papan ukur TMA Bengawan Solo di wilayah TBS menunjukkan pada pukul 15.00 WIB, mulai masuk siaga hijau atau siaga 1 untuk potensi banjir.
Setiap kali hujan deras mengguyur Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Dander merupakan wilayah yang menjadi langganan banjir. Kondisi banjir ini kembali terjadi pada Senin (24/2/2025) karena hujan dengan intensitas tinggi.
Seorang warga Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Dam Klepek pada Senin (24/2/2025)
Sebuah pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Bojonegoro-Ngawi, tepatnya di Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Selama sepuluh hari terakhir, Kabupaten Bojonegoro dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang. Kondisi ini menimbulkan berbagai kerusakan, termasuk pohon tumbang di beberapa lokasi serta kerusakan pada sejumlah rumah.









