Bojonegoro (beritajatim.com) – Banjir luapan sungai Bengawan Solo yang sempat merendam sedikitnya 7 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro berangsur surut. Banjir kini mengepung wilayah Kecamatan Baureno yang berada di hilir sungai yang melintas di Bojonegoro, Kamis (27/2/2025).
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, banjir mulai terjadi saat tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo pada siaga merah atau status awas. Banjir luapan terjadi sejak Rabu (26/2/2025). Air dengan cepat naik karena hujan di wilayah hulu dan hujan lokal yang cukup deras.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, banjir luapan sungai Bengawan Solo yang terjadi kemarin, sedikitnya merendam masyarakat di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kalitidu, Trucuk, Bojonegoro, Kepohbaru, Dander dan Kecamatan Balen.
“Tujuh kecamatan yang terendam sekarang kondisinya sudah surut. Banjir sekarang terjadi di wilayah hilir atau di Kecamatan Baureno,” ujarnya, Kamis (27/2/2025).
Kecamatan Bojonegoro, banjir terjadi di Kelurahan Jetak dan Kelurahan Ledokwetan. Banjir di Kelurahan Ledokwetan merendam lorong 1, 2, 3, 4, dan 6 di RT 2, 4, 6, dan 7 RW 01 dengan ketinggian antara 30-50 cm. Dari banjir tersebut, 22 rumah tergenang dengan ketinggian air antara 10-20 cm.
Kemudian Sukosewu, banjir terjadi di Desa Jumput. Untuk Kecamatan Dander, di Desa Ngulanan. Kecamatan Kalitidu, terjadi di Desa Sukoharjo dan Desa Leran. Menggenangi lingkungan, jalan, dan area pertanian.
Untuk Kecamatan Kepohbaru, di tiga desa yakni Desa Woro, Bumirejo, dan Sumbergede. Air dengan ketinggian rata-rata antara 20-30 cm. Di Kecamatan Balen, banjir terjadi di Desa Sidobandung dengan ketinggian air hampir sama dengan di Kecamatan Kepohbaru.
Sementara banjir yang terjadi di Kecamatan Trucuk berada di Desa Sumbangtimun, Kandangan, dan Desa Banjarsari. Di Desa Banjarsari banjir menggenangi 137 rumah dan jalan lingkungan. “Sekarang banjir sudah mulai surut, bahkan sudah kering,” ujar salah seorang warga, M Sur.
Untuk di Kecamatan Baureno, banjir luapan Bengawan Solo terjadi di Desa Kalisari. Menggenangi Dusun Mojongudi, Mojopencol, dan Dusun Sekalang. Banjir menggenangi perumahan, jalan, area persawahan dan fasilitas umum sekolah, masjid dan polindes.[lus/kun]






