Kediri (beritajatim.com) – Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII sebaiknya jangan dinodai oleh peserta hanya ingin cari sensasi ke publik. Tetapi seharusnya jutru untuk membangun organisasi.
Demikian disampaikan Sekretaris Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) Syamsul Umam, Minggu (20/11/2022). Menurutnya, muspimnas PMII ini seharusnya menjadi ajang untuk membangun organisasi dengan baik.
“Jangan banyak bertikai dan banyak mengeluh,” ujar Syamsul Umam yang juga alumni Pondok Pesantren HMP Lirboyo Kediri ini.
Umam mengaku dirinya sedih jika melihat berita di media tentang muspimnas PMII justru bukan tentang gagasan organisi justru malah tentang hal-hal yang tidak subtansial. Jika seperti ini terus maka PMII akan ditertawakan oleh banyak pihak.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
“Masyarakat Indonesia ini menunggu gagasan sahabat-sahabat dari Aceh sampai Papua. Bukan malah sibuk dengan urusan yang tidak penting,” terangnya.
Menurut Umam, bila ada perbedaan pendapat harus diselesaikan secara elegan. Jika memang itu urusan internal maka harus diselesaikan secara internal pula. Jangan sampai mencuat keluar.

Umam menilai panitia penyelenggara sudah bekerja keras dalam menyambut tamu.
Bahkan dia mendapat laporan layanan yang diberikan UIN Tulungagung sangat layak. Panitia lokal juga sangat ramah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kota-Kediri”]
“Sahabat-sahabat harusnya sama-sama tahu. Menjadi panitia itu pasti capek. Khususnya panitia lokal. Coba dipikir kalau anda jadi panitia lokal dengan jumlah tamu secara nasional lalu dikata-katain. Bagaimana perasaan saudara. Ayolah sama-sama saling paham,” pinta pria yang pernah aktif di PMII Jawa Timur ini.
Dia berterima kasih pada UIN Tulungagung sudah bersedia dijadikan tempat untuk penyelenggaraan Muspimnas.
“Sudah sepatutnya kita berterima kasih dengan UIN Tulungagung. Semua pihak sudah maksimal menyambut sahabat-sahabat di lokasi. Kami juga pada tahun 2021 menyelenggarakan kegiatan di UIN Tulungagung juga disambut dengan luar biasa,” terangnya. [nm/but]






