Surabaya (beritajatim.com)- Bagaimana jika barang yang kalian gunakan tidak hanya membuat outfit yang kalian pakai semakin kece, tetapi juga membuat bumi menjadi lebih hijau dan terawat? Kini banyak brand lokal yang mencoba memanfaatkan limbah alam menjadi suatu barang dengan nilai tinggi.
Banyak generasi muda yang mulai menyadari pentingnya kehidupan ramah lingkungan dengan menghadirkan sustainable fashion tanpa mengorbankan gaya.
Sustainable fashion merupakan konsep industri mode yang memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari setiap proses produksinya. Dengan penggunaan bahan daur ulang, pewarna alami, hingga konsep produksi yang minim limbah memungkinkan untuk menghasilkan pakaian yang stylish dan berkualitas dengan tidak merusak bumi. Dampak dari menerapkan konsep sustainable fashion tidak hanya menjaga alam, tapi juga membangun identitas yang lebih kuat di mata konsumen yang semakin kritis.
1. Sel.bybell
Sel.bybell merupakan salah satu brand lokal yang menerapkan konsep sustainable fashion dengan memanfaatkan limbah kopi dalam menciptakan produk yang bernilai jual tinggi. Brand ini memadukan kreativitas dan kepedulian lingkungan untuk menciptakan fashion yang unik, staylish, dan tetap ramah lingkungan.
Ampas kopi sebagai bahan utama brand ini menghasilkan produk yang unik sebagai ciri khasnya. Brand ini memiliki beberapa produk, seperti tas, dompet, lanyard, bahkan kursi dengan desain minimalis yang berkelas. Brand ini cocok untuk kamu yang ingin berkontribusi dalam menciptakan kehidupan ramah lingkungan dengan tetap tampil kece.
2. Pinalo
Pinalo merupakan salah satu brand lokal yang memanfaatkan serat daun nanas untuk menciptakan produk ramah lingkungan untuk berbagai fashion yang stylish, tahan lama, dan penuh cerita. Pinalo tidak hanya menciptakan produk yang penuh dengan estetika, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi petani.
Daun nanas sebagai bahan utama brand ini menghasilkan produk yang unik dengan kualitas terbaik. Brand ini merubah daun nanas menjadi kain tenun, tas, topi, dan pakaian yang memiliki desain kece. Pinalo tidak hanya berbicara soal fashion, tapi juga gerakan sosial. Dengan bekerja sama langsung dengan petani nanas, brand ini menciptakan lapangan kerja tambahan dan memberikan nilai ekonomi pada bagian tanaman yang sebelumnya terbuang percuma.
3. Seko Upcycle
Seko upcycle merupakan brand lokal yang memanfaatkan limbah plastik untuk menciptakan produk ramah lingkungan. Ditangan seco, limbah plastik yang menjadi masalah berkelanjutan terhadap lingkungan berubah karya fashion yang unik dan penuh makna.
Produk tas dan dompet yang dihasilkan tidak hanya menambah kece fashion kalian, tetapi juga memberikan kontribusi untuk bumi dalam mengurangi limbah plastik yang sulit diuraikan. Seko Upcycle bukan sekadar menjual produk, tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang plastik. Mereka kerap mengadakan workshop untuk mengajarkan teknik upcycling kepada komunitas.
Di tangan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi. Ketiga brand lokal tersebut membuktikan bahwa fashion nggak harus merusak bumi. Dari ampas kopi, serat daun nanas, hingga limbah plastik, semua bisa diubah jadi karya stylish yang punya dampak positif. Kalian nggak cuma tampil keren, tapi juga membawa pesan penting tentang keberlanjutan. Yuk mulai beralih ke brand lokal yang ramah lingkungan. [Erlina]






