Malang (beritajatim.com) – Lembaga SeMART Politica merilis hasil survei untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang (Pilbup Malang) pada November 2024 mendatang, Rabu (9/10/2024) siang di Cafe Swara Alam Kepanjen, Kabupaten Malang.
Founder SeMART Politica, Dito Arief menjelaskan, pihaknya sudah mengambil bagian dalam Pilkada Kabupaten Malang sejak Pilbup Malang tahun 2020 lalu.
Dito yang juga berkecimpung lama di Lembaga Survey Indonesia (LSI) itu menuturkan, pihaknya melakukan survey bagi seluruh warga Kabupaten Malang yang berusia 17 tahun.
Hasil dari survey sejak tanggal 28 September 2024 sampai dengan 4 Oktober 2024 lalu, diketahui pasangan calon petahana Bupati Malang HM Sanusi dan wakilnya Lathifah Shohib atau Paslon SALAF nomer urut 1, banyak diminati warga Kabupaten Malang.
Dimana Paslon SALAF, paling diminati dan dipilih warga Kabupaten Malang sebanyak 67,7 persen. “Pilihan masyarakat acara tertutup yang kami survey untuk Paslon SALAF ini mencapai 67,7 persen. Sementara pasangan Gunawan dan dokter Umar sebesar 16 persen,” ungkap Dito.
Dito menjelaskan, petahana Bupati Malang Sanusi juga sangat diuntungkan karena memilik pemilih militan atau Militan Voter sebesar 50,7 persen.
“Militan voter pak Sanusi ini sangat tinggi 50,7 persen. Artinya mereka punya ketetapan untuk memilih Sanusi secara rill. Kecuali ada kejadian besar, disitu bisa berubah,” tegas Dito.

Dari survei yang ia lakukan terdapat margin error 4,8 persen. Adapun penarikan sampel, menggunakan Multistage Random Sampling. Metode pengambilan data survei menggunakan sistem wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuisioner.
Kata Dito, Paslon SALAF diinginkan pemilih sampai 67,7 persen. “Dalam hukum survey, Paslon SALAF ini tinggi karena mereka disukai dan dikenal. Disinilah modal pak Sanusi. Dimana 94 persen warga ini sudah mengenal pak Sanusi, dan ini sangat maksimal. Sementara pak Gunawan baru dikenal 37 persen oleh masyarakat dari situ kemudian baru 79 persennya menyukai Gunawan,” tuturnya.
Dito mengaku, metodologi survey seperti Multistage Random berjenjang, untuk lembaga survei nasional level Kabupaten maupun Kota, 440 PSU responden sudah cukup mewakili.
“Apakah tingkat kecamatan survey sudah tercover, kita buat 44 PSU. Kita lakukan berjenjang, dari kecamatan, desa dan RT, kita acak terus. Dengan model seperti ini semua penduduk yang berusia 17 tahun keatas punya peluang sama sebagai responden. Adapun pemilih militan yang kami survei basenya adalah masyarakat. Semua masyarakat berpotensi sebagai responden, kami tidak tahu pilihan partai mereka apa, namun mereka punya militansi kepada pasangan calonnya siapa,” bebernya
Sehingga, lanjut Dito, dari base 67,0 persen responden, terdapat 50,7 persen pemilih militan dan punya keteguhan hati untuk memilih SALAF. Dan itu tidak akan berubah pilihannya dengan memilih SALAF.
“Sementara Paslon Gunawan dan dokter Umar pemilih mlilitanya hanya 12,0 persen,” ujarnya.
Dito menambahkan, yang menarik adalah terdapat swing votter atau suara mengambang dan belum menentukan pilihan sebanyak 36,8 persen responden.
“Dari 36,8 persen secara usia mereka ini merata, punya hak pilih. Kalau dikalkulasi sebanyak 700 ribu suara swing votter. Nah potensi golput ya ada disini, di 36,8 persen ini,” pungkas Dito. (yog/but)






